Jumat, Februari 25

curcol curcol

Semester dua rasanya agak males ngejalaninnya. Kenapa? karena sekarang mayoritas teori semua, yg praktek agaknya cuma studio. Kalo smt 1 kan ada esdas yg kuliahnya hepi banget. Tinggal gunting tempel. Terus ada struktur & konstruksi yg juga ada prakteknya. Kabar-kabarnya SK 2 bakal suram, bu medi tegas banget gela. displaynya bikin maket 1:10. Mending sih, masih rumah selantai, bukannya dua lantai kayak smt 3. Tapi teteplah, pngalaman pertama need big effort. Mana sekarang masuk jam 7 mulu :(. Yah, untung udah nggak ada TKAD tiap sabtu.

Sekarang anak kontrakan lagi pada ng-alay. Nah lo gue tulis di sini gak papa yaa... (iya) saya yakin one of you akan membaca ini haghaghag. nanti kalo gak setuju tinggal bilang ke guelah, biar gue cancel oke?
Seenggaknya baca nama-nama alay itu sukses bikin gue terhiburlah, kacau dah mereka. Dan seenggaknya kalo gue kapan2 baca postingan ini bisa ketawa lagi. Nick asli di fb diganti jadi 4L4y ban99EDzz sumpah

si sudiono jadi SudySendirie TiAda IiannkMenemoney
si bastian jadi BaSty Cuqka Melamunz
si rizal jadi Rizalingind Ndutzz Dansukzezz
si hasan hadi jadi Acan CYank Cemuach
si fahmi bahar jadi AHmy KaNgeundz Leppiey
si diba jadi dibbzz lagGe veLgz
si darus jadi NamaQuwh DarRuzz TauuGagsiich

ngakak sangat

nanti deh nama gue ganti TemMyyLhouwzBukAnnyaTammy zzzzz tapi ogah ah gue masih punya harga diri untuk tidak menjadi alay (lah emangnya alay serendah itukah derajatnya?).

Rasanya gue gak terlalu ngeksis di fb ato twitter ato tumblr padahal gue punya ketiga-tiganya. Gue malah lebih suka ngeblog untuk saat ini. Bahkan bisa lebih blak-blakan di blog ketimbang cerita ke orang lain. Gue rasa bahasa tulisan lebih enak diungkapkan, karena faktanya gue bukan orang yg banyak omong. Padahal tulisan gue juga gak bagus2 amat, gak puitis2 amat. Gak lucu2 banget juga. Jadi, gue tulis apa yg pengen ditulis.
Saat ini gue berusaha buat rajin membaca, apapun itu. karena membaca bisa nambah2 kosa kata baru. Itu fakta lho. Gue habis baca novelnya dewi lestari merasakan adanya perbedaan kata2 yg gue tulis. Jadi kepengaruh juga bahasanya. Gue menyesal dulu jarang pinjem buku di perpus IC yg bagus itu. Yah, mulai sekarang deh, gue mau nyoba lagi buat sering baca.

ayo temi ceMunGudh >,<

Senin, Februari 21

Puncak Lawu

Gue mau cerita pengalaman pertama muncak :D. Tapi sebelumnya gue mau minta maaf sama anak IAIC jogja karena ga bisa ikutan makrab yg katanya seru bangeeeet :((((((((. Sumpah gue dilema banget mau naik gunung apa makrab, dua-duanya sama pentiiing. Bayangpun, makrab bisa ketemu sama anak2 IC, sama senior2 juga, bisa seru2an sama mereka di pantai. Ngelepas kerinduan saya bermain2 dengan nozo.. tapi naik gunung juga impian gue, muncak pula. apalagi ini masih awal smt 2, belum sibuk2nya kuliah dan sudah direncanakan tanggal 18-19 dari lamaa banget. Sedangkan makrab begitu mendadak pemberitahuannya. Jadi pada akhirnya gue merelakan makrab dan ikut rombongan kawan ke gunung lawu. Jujur gue juga nyesel ga ikut makrab.
Hidup memang pilihan
Karena pertama muncak, jadi mohon maaf kalo ceritanya agak-agak norak. Apalagi kalo yg baca udah expert, hampir semua gunung dan samudera di seluruh penjuru negeri telah ditaklukkan.
Muncak yang pertama kali memang banyak resiko. Pusing lah, mual lah, mencret lah (yg terakhir boong). Gunung lawu pula. Kata orang buat pemula2 tu mestinya macam merbabu merapi. Tapi tenang, tenang. saya pernah kok muncak tangkuban perahu dalam rangka dharma wisata bareng keluarga besar rombongan 2 mobil.

zzzzz

Berangkat dari Jogja jam 8 malem, sampe basecamp jam 12 malem. Barulah besok paginya jam 8 pagi kita cabut. Gue bersama teman2 yang setidaknya udah pernah ngerasain muncak. Jadi hanya gue seorang, yang belum tahu suka dukanya naik gunung. Jadilah gue seorang yang rasa-rasanya ngeliat puncak seolah lebih tinggi dari matahari. Jadilah gue seorang, yang begitu memperlambat laju pendakian kami berdelapan. Seandainya kita binatang melata, maka ada 7 ekor cicak dan seekor siput jalan berbarengan.
anyway, anyhow, jalan ke puncak rasanya hidup segan mati pun tak mau. Padahal gue udah dipinjemin sepatu canggih khusus traking punya si almi. Namun apadaya kaki sang peminjam belum cukup jam terbang buat melangkahi terjalnya bebatuan lawu.
Yakinlah, rupa saya saat itu sudah tak jelas bentuknya. Begitu baiknya teman-teman gue yang terus-terusan memberi semangat. Yang mau mengimbangi jalan si siput yang cuma setengah meter per sekon ini. Rasa-rasanya ucapan maaf pun tak cukup membalas budi kalian ini :') (apapula bahasa saya ini)
Jalur pendakian lawu seluruhnya (dari basecamp cemoro sewu hingga puncak) bebatuan. Bayangpun, begitu kerasnya jalan yang mesti dipijak.
Akhirnya pos 1, pos 2, dan pos 3 sanggup gue singgahi. Di pos 3, kita memutuskan nge-dome (ngecamp). Kita diriin tenda dulu disitu, barulah nerusin ke puncak lagi tanpa membawa beban terlalu berat. Barang yang sekiranya bisa ditinggal di tenda pun nggak kita bawa muncak. Masih ada pos 5 dan setelah itu sampai ke puncak. Tapi melihat jalan semakin terjal, gue agak lemes. Tuh bebatuan minta ditampar, pake zigzag segala pula jalurnya. Intensitas istirahat pun semakin sering. Sampai pos 4 pemandangan udah berbeda. Tanah udah cukup luas untuk dipandangi tanpa terhalang pepohonan. Dari situ terlihat hamparan rumput berwarna hijau muda banget, dengan tanaman perdu yang daun mudanya berwarna pink tua (gak tau namanya), so soft, so green, so beauty! ada juga kumpulan edelweis yang sayangnya belum berbunga musim ini :(
oke, masih ada pos 5, gue gak boleh patah semangat. Just keep walking, sayangnya kita sering ngelihat tulisan-tulisan vandal di beberapa sudut tempat, macam "SMK blabla was here" atau "i love you tumini" "sampai mati aku tetap cinta padamu" macam apa dah orang-orang yang nulis, like we proud like we care, kata sentot.
Sampai pos 5 rame banget, ada kolam kecil macem air suci gitu deh, tapi kita lewat aja sambil saling sapa antar pendaki yang ditemuin. Dari sini tugu puncak udah keliatan.. jalan, jalan, dan jalaaan, apapun yang terjadi tetap jalaaaaan.. dengan tenaga di ambang batas
puncak semakin dekat dan yeah, pukul 15.45 (sekitar 8 jam pendakian) gue pun merasakan sensasi muncak untuk yang pertama kalinya. Capek iya, seneng pasti. gila, sedikit sih. Dari tugu gue bisa ngeliat awan geraknya cepet banget, angin juga kenceng. Di situ kita berleha-leha sejenak, mekan cemilan yg ditawarin pendaki lain dan tanpa tahu malu kita ambil banyak2. Foto pasti tak terlewatkan.
Ada 2 orang yang harus pulang ke jogja hari itu juga karena ada kepentingan hari minggunya. Jadi cuma setengah jam kita di puncak, terus langsung turun lagi menuju pos 3.
Untuk turun, sejuta kali lebih menyenangkan ketimbang naiknya. Dan begitulah kisah saya memuncak, untuk selanjutnya sampe pos 3, ngecamp dan esok paginya gue turun dengan berbahagia.

mission acomplished :D

what next?

Senin, Februari 14

Hanya Jenuh

One of you guys, has ever told me : ada saatnya kalian merasa jenuh (entah mengapa) kepada kami. I might be too early. Tahu apa saya soal jenuh? but yes, there's nothing words i can say but jenuh. Ask me why, my answer: i don't know.
It's just two months, i firstly joined on this great club. And i've gained so much great experiences. ini cuma jenuh, it doesn't mean i don't like this.
Let me take my time, to breath, to keep away from terrible cigarette smoke, from people who didn't actually pay attention to me (yes, i know i don't have so much contributions)

that was all my conscience,
never mind,

Kamis, Februari 10

finally.... ip keluar
jeng jeng jeeng
sayangnya masih sementara sih, kurang satu matkul belum keluar nilainya (UGM lambret nih ternyata)
tapi oh tapi udah lumayan ipnya. Ga bakal gue sebut juga sih. Pokoknya sejauh ini mencapai target. tinggal berdoa satu matkul yg belom bisa dapet A karena kalau B, bisa turun ipnya :(. matkul yg abstrak ini, yang kuliahnya maen2 doang, gunting tempel kertas warna, nyaris kayak anak tk. ternyata dosen kadang sadis juga kasih nilai. karena estetika dasar ternyata punya sejuta teori kawan, tentang balance asimetris nonfiguratif unity harmony simplicity syalalala. ayolah bu niaaa, give me A!
masalah pasword portal udah beres, ternyata gampang juga ngurusinnya. gue kira bakal ribet dilempar ke mana2. Tinggal datang ke direktorat akademik, lapor, ngasih KTM, nunggu ga sampe 10 menit, taraaaa... dapatlah saya password yg baru

diliat2 ga meaning banget dah postingan2 gue
gak penulis banget
nantilah kapan2 saya post tulisan bermanfaat

cheer up!