Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 12

Before This Year End

It’s been a very looooong time without posting anything in this page. Since I’ve never been updating my life things anywhere in the internet, (instead of some tumblr pictures, and couple of whatsapp status), (well, I’m not that anti-social right?), probably will write some more words just to fill this blog before this year end. Yasss, 3 more weeks before 2018! I think it’s a non-structural post, I just randomly put all stories and some thoughts that I can write at this year-end.

Oh, what did I do? I left this page on April. Yes, there were moments. Kindly forget some, and lost tons of details but this early year there was a little change in my life habit. I resigned from my office (been 2 years there) and move to another project which require me to move from place to place. I wasn’t totally leave Jogja as I expected when I first joined that project.  But yeah, this government-project thing makes me take lot of flights I’ve never thought it would be this much. So, it took 4 trips in 4-5 months to finish this program and I’m not gonna write the detail of what I was exactly doing. But let me make it short: First trip: Excitement à Second trip: woa, what I’m gonna do, almost 24 hours work every day à 3rd trip: drama drama dramaà 4th trip: finally, kind of happy ending. But yeah, thank you for the experience and the opportunity to explore new places in South Borneo. I think this project still needs more improvement, for the better goals.

So afterwards, I become unemployed again (?). but I feel blessed enjoying my free time while doing couple of things like: attending friend’s wedding (which become midlife’s routine I guess); finding new places to live, and designing it; learning how to drive a car (and I wish ‘kopling’ motorcycle too); hiking Semeru mountain (which my last summit was 4 years ago); being obsessed by some real criminal stories (found this site: www.parkaman.com); streaming movies and YouTube that I couldn’t help but wasting my time on it! It’s interesting to watch ton of youtubers I’ve just known, I knew some names but you know, when you open a page it brings you to another page and page and page and so on.

Well, the internet thing goes really crazy now. I realize that I spend most of my time to see what’s on my phone screen, or laptop. At the end of the day I kind of feel bad for scrolling through social media timeline that much. Why did I waste most of my precious time by seeing some clickbait news, celebrities life, friends achievement (just to make me feel more insecure, lol). But on the next day, still, I’ll repeat it again haha.

In line with this internet things, or technology, I’ll recommend you a great drama series called ‘Black Mirror’. Most of episodes just left me thrill. Each episode is a stand-alone story so no need to start from first episode to understand. The stories are mostly dark and illustrate modern-future day where technology drives human life and how it affects them. The serial has 3 seasons which consists 13 episodes. The 4th season will be aired this December (can’t wait!). I love almost every single episode, probably only 2 which I think has uninteresting story. It worries me how our future will be on the next 10 years maybe? Which one of this ‘black mirror’ technology will be real and also the horrifying side effect.

Let's say that I rely on google maps (despite of the other google features) for looking for places. I even registered as Local Guide. I remember life before google maps. Not so long time ago, I’m not good at memorizing routes. I did it because I get used to the route, so it took more than one trip to memorize the route. Now I got GPS on my hand every time I need it. I admit that google map helps me a lot. Let me hope I don’t lose my instinct of looking around the road without the help of technology. In other hand, I wonder why some people don’t optimize the use of their smartphone as if they have GPS but they don’t know how to use it. You know, like saving or plotting places and stuff. But I understand not all people see it as important thing.

And about Semeru, it was MAGICAL place though the rain never let us feel the warm sun more than an hour per day. The mist which always covered all over the area makes it became more mystical place. I did my summit and it was a hell but worth to see. I never see the famous ‘5cm’ movie before, but Mahameru is not easy place to hike with its slippery sand and unstable rock. Fortunately, it was rainy season so the sand we step on was solid enough and no need to use mask coz the air was clear from dust. Over all, Semeru track is quite easy except the Mahameru. A lot of amazing scenery from Ranu Pani until Kalimati camping ground, it is the combination of lake and sabana. Surprisingly I met a cat at Ranu Kumbolo, perhaps a mountain cat coz he looks so strong (?). The best of the best was the uncrowded situation, very few number of hikers (thanks to the bad weather). There were no more than 20 tents build at Ranu Kumbolo camping ground. Only 3-4 groups which took the summit with us. Here are some pictures:



 


Senin, Desember 12

Teaser


Oke, awalnya saya malas memberi judul postingan-postingan tidak berfaedah macem gini, tapi ya harus dikasih judul. Masa tinggal ngasih barang satu kata doang susah. Mau jadi apa saya. Nah kan malah mbulet sendiri. Sebenernya malu udah gede gini kualitas tulisannya kok nggak meningkat ya. Tapi ya kenapa banget saya mesti mikirin, hadapilah kenyataan bahwa memang tulisanmu masih begini-gini aja. Ckck. Baiklah. Sebelum saya berantem sama diri sendiri perihal judul, saya mulai saja tulisan tidak berfaedahnya. Dan akhirnya saya nemu judul: teaser. Apalah, haha, agak nggak nyambung.

Jadi, saya mau memperkenalkan blog baru saya (kayak nggak cukup satu aje lu tam). Satu ini aja jarang ngisi banget. HAHA. Tapi ini bukan blog-blog berisi tulisan sih. Jadi lebih kepada photoblog, visual diary, dengan caption yang singkat-singkat saja. Oke sampai detik ini saya masih menolak untuk membuat akun instagram. Tapi saya ternyata pingin ikut-ikutan posting foto. Maklumi saya ya guys, saya juga produk anak milenial. Ya, alasan utama lebih karena saya punya beberapa koleksi gambar yang menurut saya bisa merepresentasi hidup saya tanpa harus secara gamblang mengekspose diri. Karena untuk membuat akun instagram, saya agak malas jikalau harus tertuntut untuk follow orang ketika saya difollow orang. Huaha. Suombong betul.

Orang-orang dekat saya, atau yang sering kepoin blog ini, pasti tahu kalau platform blospot ini media sosial yang paling saya update secara tulus ketimbang yang lain. Jadi saya iklan blog baru di sini pun yang akan langsung menuju kesana adalah kalian kalian yang setia melihat laman ini. Saya akhirnya memilih platform tumblr sebagai sarana photoblog saya, hehe, baiklah maka saya perkenalkan saja photoblog saya (best viewed on desktop). Rada nggak kreatif sih ngasih nama domainnya, tapi ya saya nggak ngerti lagi mesti kasih domain apaan.

Teaser kedua adalah, saya akan melanjutkan cerita perjalanan ekspedisi saya di tahun 2013 lalu. Kurang lama tam, ngelanjutinnya haha. Oke, dilihat-lihat traffic yang paling tinggi selalu ada di postingan catper ekspedisi part satu. Catatan itu adalah hampir sepertiga total cerita utuhnya. Jujur waktu itu saya telah menulis lebih dari setengah. Tapi memang baru sempat posting part satu, waktu itu niatnya bakal diposting lagi jika saya telah menyelesaikan cerita utuhnya, yang tidak pernah terjadi. Hingga akhirnya pas beberes file di hardisk saya menemukannya kembali tulisan yang terlupakan itu. Lalu saya mulai tergerak untuk melanjutkannya lagi. Karena mungkin banyak juga orang nyasar kemari ketika googling dengan kata kunci trip ke Binaiya. udah baca eh nanggung cuma ada part 1 doang. Kan kasian haha. So, I'm still working on this. Semoga nggak terlalu basi karena bagian-bagian akhir saya nulisnya baru baru ini.


Sekian

Jumat, September 16

Yang Kadang-Kadang diabaikan

Saya hanya perlu membunuh waktu selama 5 jam ini sebelum jemputan datang.
Jadi saya melangkah ke tempat paling ampuh untuk menyingkat waktu: toko buku.

Seraya berjalan, saya langsung dihadapkan pada rak buku best seller. Masih saja buku-buku instan picisan yang dipajang. Konsumsi yang paling mudah ditelan masyarakat. Oh, bahkan saya tidak tahu apa itu arti picisan. Kemudian judul-judul buku di rak motivasi menarik perhatian saya. Permainan kata yang ampuh untuk para makhluk yang kehilangan pijakan hidupnya, yang ketika saya lihat sekilas isinya, masihlah tidak akan membakar semangat saya. Ah, saya tidak percaya buku motivasi. Hanya membuat saya semakin lihai mencibir. Seenaknya saja menyuruh orang berubah. Memangnya dia (penulis) tau yang saya lakukan selama ini?

(Lalu ditimpukin tomat busuk sama para penggemarnya Mario Teguh)

(Karena saya tidak mengikuti berita pak mario belakangan ini, anggap saja beliau masihlah sosok yang ditunggu-tunggu siarannya di tv, siapa yang bisa menggantikan ikon super ini?)

Bergeser sedikit ada bukunya merry riana telah berulang kali dicetak. Pun ada versi jilidan yang isinya motivasi semua.

Ugh, saya rindu menulis.

Lalu saya mengutuki pencuri laptop milik saya dan adik beberapa bulan lalu. Membuat saya tidak produktif berkarya di luar jam-jam kantor saya. Lantas menyalahkan diri karena tidak sepenuhnya pencurinya bersalah, mengapa saya tidak berusaha saja memutar otak melakukan hal-hal produktif tanpa harus punya laptop? Ah, nggak mau berbohong juga, saya tetap mengutukinya.

Berulang kali tulisan tulisan saya hanya setengah matang dan numpuk di draft. Hanya karena saya tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Berulang kali saya berjanji untuk melanjutkan tulisannya, atau mempostingnya. Namun terlalu lama mengendap, niatan juga tidak akan sebesar ketika pertama kali mencetuskannya. Basi.

Selain faktor pencuri, hal hal yang membuat saya tidak produktif adalah rasa insecure saya sendiri. 24 tahun hidup, masih seperti jalan di tempat.

Bagi siapa yang mencoba mencari tahu menganai hidup saya, hell yeah, tidak akan banyak menemukannya. Saya tidak banyak bercerita terhadap siapapun bahkan terhadap diri saya sendiri pun saya tidak merasa jujur. Apakah blog ini jujur? Ya biar Tuhan saja yang menilai. Yang jelas, apapun yang disajikan untuk umum, tetaplah butuh polesan dan saringan yang bagus. Selayaknya ribuan foto selfie, yang paling terlihat kurus semampailah yang akan diunggah. Saya tetap punya rahasia rahasia yang akan saya simpan sendiri, atau saya bagikan dengan orang yang saya percayai kelak.

Oh, saya tidak selamanya jalan di tempat. Bahkan meski berkali-kali lari pagi saya selalu tidak lebih cepat daripada orang-orang, saya pernah berhasil mengalahkan rekor saya sendiri barang sekian detik.

Satu lagi, saya berhasil menulis ini semua hanya lewat ponsel pintar saya. Lalu langsung diposting. Hey, pencuri laptop, ini bukan salahmu.

Selamat menjadi misteri.

Rabu, Juli 23

Kemana Aja?

In some parking lot,
Friend: motormu berapa lama ga dicuci?
Me: sejuta taon

In one of pasta resto in Jogja (well, my first time there), a waitress put down the food ordered by a friend. Some creamy roast with spinach and a yellow clod of something..
Me: Ini apaan? kok ada es krimnyaa??
Friend: Es krim?? ini MASHED POTATOES!

Sabtu, Januari 11

Apalah Arti Sebuah Nama

Sebetulnya saya tidak selalu ingin menceritakan diri saya sendiri. Saya sebagai obyek, bukannya subyek. Tapi topik agak simple ini rasanya unik dan cukup mendesak saya untuk akhirnya menulis dan membagikannya ke kalian, para pembaca.

Ini tentang nama saya: Shabrina Tamimi

mungkin ketika orang berkenalan dan ketika namanya ditanyakan, ia menggoda dengan menjawab: apalah arti sebuah nama

yaampun please deh tinggal nyebut nama aja susahnya minta ampun.

Sejak saya lahir dan tercatatkanlah secara resmi dalam acara aqiqahan nama saya. Sejak itu pula saya memiliki nama panggilan: Tami. Dimulai dari sepupu-sepupu saya yg lebih tua memanggil 'dek Tami', atau yang lebih muda dengan 'mbak Tami'. Lalu saya mempunyai teman-teman sebaya yang meneriakkan 'TAAAM, TAAAAAMI! (jeda) TAAAAM, TAAAAAMI!' (dengan nada yang sama layaknya anak seantero negri ini memanggil nama temannya) di depan pintu rumah ketika mereka mengajak saya untuk bermain di kebon tetangga atau hanya halaman rumah saja. Beranjak ke SD lokal yang muridnya sekelas cuma 25 anak, nama saya tetaplah Tami. Tami yang pada akhirya mengikuti jejak kakak masuk pesantren di Solo. Teman-teman baru dan suasana yang amat sangat baru bagi saya, entah kenapa di mungkin di tahun ketiga saya mendapat julukan Tim-Tam karena seorang teman yang iseng iseng panggil saya pake merk coklat. Mungkin kala itu saya masih semanis dan serenyah biskuit coklat Tim-Tam :9.

Masuk ke masa SMA yang semakin jauh merantau ke Tangerang, entah siapa yang memulai, beberapa teman mulai memanggil nama: Temi. Mungkin itu salah satu cara membuat 'gaul' sebuah nama. Saya terima-terima aja karena kayanya emang jadi tambah gaul ya haha. Atau mungkin karena ada nuansa 'baru' dalam nama Temi, anak muda cenderung suka sama yang baru-baru kan? Panggilan jadi beragam, ada yang nambah huruf 's' kalo manggil : 'teeeeems, lo udah ngerjain tugas beloom?' (gila gaul banget gak sih) atau nge-inggris-in pelafalan huruf 'i' : "temaaaai gue pinjem catetan lo dong!" atau manggil lengkap nama belakang saya: 'tamimiiii! lo harus dengerin lagu barunya si A!'. Selain itu beberapa orang guru mengenal saya dengan : Shabrina. Yaiyalah kan guru biasanya cuma mengenal muridnya dengan nama depan yang biasa dilihat di daftar absen.

Lalu sebuah 'masalah' (it's not a problem actually) muncul ketika saya masuk dunia perkuliahan. Satu angkatan ada dua anak yang namanya Tami. Kala itu kami semacam membuat perjanjian siapa yang mau dipanggil Tami? atau dua duanya saja biar seangkatan jadi chaos manggil Tami yang mana yang nengok yang mana. Setelah dipikir-pikir, saya masih menganggap nama Temi lebih gaul dari Tami haha. Jadi saya semacam 'mengalah' yaudah deh kamu aja yang dipanggil Tami. Lagian seiring berjalannya waktu Tami yang satu ternyata lebih tenar di kalangan kampus, jadi saya mungkin tidak dianggap kalo masih pake nama Tami haha (bercanda tam!) dari sini saya mulai terbiasa memanggil nama diri saya sendiri (loh?) maksudnya nggak reflek nengok kalo ada yang manggil 'tam!' saya mulai tahu rasanya berbagi nama dengan orang lain haha. lagipula teman-teman kos masih memanggil saya Tami, jadi harus terbiasa bahwa saya adalah Tami di kosan dan Temi di kampus. (kok ribet ya)

Ini sebelum akhirnya saya masuk klub mapala, yang punya tradisi ngasih nama baru bagi anggota barunya. Ada tata cara pemberian namanya loh, biasanya nama seorang anggota mula berhubungan dengan apa yang dilakukannya ketika proses pendidikan dasar. Oke ini sebetulnya sejarah yang memalukan, karena saya sempat jatuh ke jurang yang ajaibnya tidak merusak suatu apapun dalam fisik saya kecuali muka yang sedikit lebam. Sekitar mata kiri saya menghitam seperti habis ditonjok orang. Lebam sama dengan bengep. Jadilah nama julukan saya: Bengep (jangan ditiru ya ngasih nama-nama beginian). Dan ini hanya dikalangan mapala kok, jadi jika saya berkenalan dengan anak mapala lain nama saya tetap bengep. Hampir semua mapala di Indonesia memakai tradisi begini. Jadi saya tidak malu untuk berkenalan dengan nama demikian, karena ternyata ada yang lebih aneh lagi, seperti: jamban (saya ngakak waktu kenalan), atau sapi, atau kopet, atau nama-nama yang (mungkin) menjijikkan lainnya. Sebetulnya tradisi beginian juga semakin mengakrabkan hubungan antar teman-teman mapala. Seru loh! Tapi lagi-lagi entah siapa yang memulai, mulailah ada tambahan 'dek' di depan nama lapangan saya: dek beng (dua huruf terkhir dihilangkan). Sebetulnya saya makin bingung dengan nama panggilan saya, tapi saya tetap terima-terima saja karena tidak terlalu peduli juga. Semacam punya rasa 'terserah deh mau dipanggil apaan'. Bahkan di dalam dunia mapala pun saya punya dua panggilan.

Belum selesai teman-teman. Suatu ketika saya masuk ke dunia caving yang orang-orangnya nggak cuma dari kalangan mapala, ada beberapa orang yang mungkin lebih dewasa dan menghargai orang untuk tidak memanggil nama lapangan. Beberapa orang (tanpa saya minta) memanggil saya Shabrina. Mungkin berawal dari daftar nama absen pada suatu kursus, saya mulai dipanggil shabrina meski saya memperkenalkan nama lapangan saya: Bengep (kalo udah gini saya jadi tampak bodoh tetap kenalan dengan nama 'menjijikkan'). Dipanggil Shabrina di hari-hari biasa (bukan cuma absen) sejujurnya hal baru bagi saya. Entahlah, aura nama 'Shabrina' kayaknya lebih berharga daripada 'Tami', 'Temi', apalagi 'Bengep'. Mungkin kalo dibikin kasta, kasta nama Shabrina lah yang paling tinggi haha. Seolah kalau orang manggil 'Shabrina' saya akan memperbaiki sikap dan nggak bisa seurakan kalau dipanggil 'Bengep'. Masih ada bawaan bahwa yang memanggil nama Shabrina adalah kalangan guru yang tentunya lebih saya hormati ketimbang teman-teman sebaya. Oke, sejak itu dalam perkenalan-perkenalan di antara orang-orang caving, saya mulai menyebut Shabrina sebagai nama saya.

Wow, di jaman kuliahan saja saya udah punya lebih dari 3 nama. Dan pada akhirnya saya merasa, di setiap nama panggilan saya, seolah ada karakter yang berbeda. Tami yang dikenal teman-teman SMA saya tentu akan jauh berbeda dengan Bengep yang dikenal teman-teman mapala. Temi yang dilihat teman kampus juga pasti beda rasanya ketika dilihat teman-teman ketika SD. Apalagi nama baru Shabrina, seolah saya harus menjelma menjadi lebih bijaksana. Seolah ada 'tanggungan' di setiap nama panggilan saya. Atau sebetulnya saya hanya bingung dengan beberapa nama tersebut?

Ya, jujur saya bingung.

Coba bayangkan, ketika saya telah beranjak lebih tua dan berada di komunitas baru yang mana keluar dari hingar-bingar perkuliahan. Maksud saya, orang-orang yang benar-benar baru tanpa ada relasi sebelumnya. Dan ketika orang itu menjulurkan tangan menyebutkan namanya, lantas saya akan terdiam beberapa detik untuk memikirkan tepatnya nama apa yang akan saya sebut. Nama kecil saya, atau nama bijaksana saya (haha), yang pasti bukan nama lapangan. Atau saya akan membuat nama baru?

Adakah saran??

Atau lebih baik saya bilang: TERSERAH!

Pada akhirnya, saya mengerti. Mungkin kalimat tanya 'apalah arti sebuah nama?' itu benar adanya. Saya bisa jadi berbeda dengan saya ketika kecil. Bahkan berbeda dalam waktu yang sama saat berada di kos dan di kampus. Saya orang yang sama dengan 'saya' yang lain. Yang membedakan itu hanya sikap apa yang wajar jika dilakukan pada suatu stuasi dan kondisi tertentu. Saya nggak mungkin bisa benar-benar mengabaikan 'kewajaran' yang dianut umat manusia bukan? Meski begitu saya tetaplah orang yang sama dengan saya yang lalu. Dengan julukan nama apapun, saya masih sama bagi saya sendiri. Hanya sedikit banyak bertransformasi menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Jadi apa arti sebuah nama bagimu?

Selasa, Juni 4

Riweuh

Lama. Terlalu lama saya tidak menulis. Terakhir kapan? Oh bulan Maret kemarin, 2 bulan lebih eh. Saya ini sok sibuk atau gimana ya, tapi minat nulis teralihkan bulan bulan kemarin. Dunia lain telah mengalihkan saya e. (harus pake akhiran ‘e’ gitu ala orang Jogja). Dan event yang baru baru ini selesai adalah: Wiswakharman Expo 2013. Emang sih saya bukan orang yang punya jabatan penting di kepanitiaan ini, hanya jadi bawahan mak. Cuma dunia yang lain juga berjejal di to-do-list saya. Ada Ekspedisi SATU BUMI ke P. Seram, dan mau nggak mau harus memikirkan, kalo nggak bisa gagal berangkat nih terus dimusuhin warga satub kan repot. Ada latihan rutin Acintyacunyata Speleological Club, tiap rabu, mana kalo kesana pake membelah kota Jogja ke Jalan Kusumanegara pula. Dan hampir setiap habis latihan pulang tengah malam nyaris pagi buta. Tak apalah demi menuntut ilmu. Intinya mobilitas cukup tinggi dan menguras tenaga rupanya, syukurlah daripada berdiam diri mengembangbiakkan lemak.
Mari mulai dari Wiswakharman Expo. Acara final Kuliah Kerja Arsitektur angkatan 2010 yang tempo hari saya ceritakan perjalanan kami ke Thailand. Jadi dari sana kami belajar lalu mengaplikasikannya dalam bentuk desain, di kota Yogyakarta. Lalu hasil desain kami pamerkan dalam event Wiswakharman Expo selama 3 hari. Acaranya di benteng vredeburg dan jobdesk saya di panitia adalah publikasi. Nggak jauh-jauh dari nempel poster. Tapi saya sering gabut nih karena harus kongkalikong dengan gawean lain. Tapi seru kok pas pembukaan dan penutupan saya ikut pawai jalan sepanjang malioboro. Kirain bakal malu-maluin, tapi ternyata emang malu-maluin haha. pembukaan pawai kolaborasi dengan pengamen malioboro yang notabene mainin musik dangdut semi keroncong dan sukses menarik perhatian pengunjung malioboro. Kami berjalan berbaris macem marchingband dan arak-arakan dimas-diajeng Jogja yang juga turut meramaikan pawai. Kok jadi keterusan cerita pawainya haha, udahlah.

pawaai..

Inti acaranya sih pameran, juga final pemenang sayembara arsitektur dan fotografi. Acara pendukungnya ada art performance dari band-band Jogja juga komunitas-komunitas luar biasa seperti Kota Untuk Manusia, Deaf Art Community, Sanggar Anak SAKI, juga Pecha Kucha Jogja. Yang paling berkesan sih, bagian performance nya Deaf Art Community (komunitas tuli). Ohya btw karena tema acaranya “ruang empati untuk jogja”, maka komunitas-komunitas yg diundang jg berhubungan dengan ‘empati’ itu sendiri. Dan Deaf Art Community (DAC) menampilkan anak anak dan remaja yang punya different abilities. Mereka tuli tapi bisa ngedance lho, diiringi oleh Beat Box Community Jogja. Bahkan dengan tempo yang serempak, tidak ada gerakan yang tertinggal satu sama lainnya. Awalnya saya kaget, kok bisa? Ternyata mereka mendengar musik melalui getaran yang timbul dari suara mas mas beat box. Dari getaran itu kemudian membuat detakan jantung mereka lebih ‘kenceng’ dan bisa ‘mendengar’ suara musiknya. Terharu. Lalu kami applause dengan silent claps, tepuk tangan yang bukan ‘menepuk’ kedua tangan (they won’t hear), tapi menggoyang-goyangkan kedua tangan. Katanya jangan sebut orang tuli itu dengan ‘Tuna Rungu’ karena  akan menyinggung mereka. Tuna Rungu berarti tidak bisa mendengar, padahal mereka jelas-jelas bisa ‘mendengar’. Sebut saja Tuli atau deaf sekalian.
Saya bergabung dengan Acintyacunyata Speleological Club (ASC) bulan Maret 2013 kemarin. Memang sih sudah agak terlambat mengingat ini tahun ketiga saya kuliah. Tapi toh tidak ada alasan untuk berkata tidak, ketika teman saya menyuruh unutuk mendaftar klub ini. Apalagi kalo alasannya tahun-tahun akhir harus fokus kuliah, kok kayaknya alasan itu tidak mempengaruhi saya untuk ‘mencoba-coba’ hal baru lainnya. Tpi ternyata dampaknya cukup menyita waktu, karena serangkaian latihan rutin tiap minggu diwajibkan bagi anggota baru (calon anggota actually). Sedikit brief, ASC ini club cukup ‘keren’ di dunia caving Jogja. Emang sih, kayaknya nggak banyak orang tahu. Banyak prestasi-prestasi yang telah dilakukan sejak tahun 1983 *promosi*. Cek di website resminya. ASC organisasi yang berdiri sendiri, maksudnya nggak dibawah universitas, ato instasi manapun. Jadi anggotanya bisa dari mana aja, usia berapapun, yang penting dia berminat di bidang speleologi. nah, jadi nambah temen baru lagi.

logo ASC

Nah yang terakhir nih, ada ekspedisi SATU BUMI ke Pulau Seram. Dan saya ikutan :D. Waktunya Agustus-September besok. Dan otomatis saya nggak bisa ngambil KKN maupun KP. Agak sedih sebenarnya, tapi yasudah, kan memang harus memilih. Mungkin saya dapat ilmu lebih ketika Ekspedisi. Rencana sih, lokasinya di Kanikeh, desa terakhir jalur pendakian Gunung Binaiya (jalur utara), Pulau Seram, Maluku. Ada berbagai macam program, sosial masyarakat, riset, cave survei. Tidak saya jelaskan detailnya sih, yang jelas banyak hal yang mesti dilakukan menjelang ekspedisi yang tinggal 2 bulan kurang ini. Latihan-latihan segala macem. Juga menyita waktu dan tenaga.

Intinya, saya mencoba enjoy dengan apapun yang sedang saya lakukan. Membuat semuanya menjadi menyenangkan, dan ambil sisi positifnya. Mungkin saya sedikit tertinggal dengan teman-teman jurusan saya yang udah pada KP dan KKN. Tapi tidak mengecilkan semangat saya huehe. Meyakinkan diri sendiri, banyak pelajaran yang bisa didapat diluar kuliah. Selambat-lambatnya sih, nggak bakal lebih dari 5 tahun kuliah, amin amin.

Jumat, Februari 25

curcol curcol

Semester dua rasanya agak males ngejalaninnya. Kenapa? karena sekarang mayoritas teori semua, yg praktek agaknya cuma studio. Kalo smt 1 kan ada esdas yg kuliahnya hepi banget. Tinggal gunting tempel. Terus ada struktur & konstruksi yg juga ada prakteknya. Kabar-kabarnya SK 2 bakal suram, bu medi tegas banget gela. displaynya bikin maket 1:10. Mending sih, masih rumah selantai, bukannya dua lantai kayak smt 3. Tapi teteplah, pngalaman pertama need big effort. Mana sekarang masuk jam 7 mulu :(. Yah, untung udah nggak ada TKAD tiap sabtu.

Sekarang anak kontrakan lagi pada ng-alay. Nah lo gue tulis di sini gak papa yaa... (iya) saya yakin one of you akan membaca ini haghaghag. nanti kalo gak setuju tinggal bilang ke guelah, biar gue cancel oke?
Seenggaknya baca nama-nama alay itu sukses bikin gue terhiburlah, kacau dah mereka. Dan seenggaknya kalo gue kapan2 baca postingan ini bisa ketawa lagi. Nick asli di fb diganti jadi 4L4y ban99EDzz sumpah

si sudiono jadi SudySendirie TiAda IiannkMenemoney
si bastian jadi BaSty Cuqka Melamunz
si rizal jadi Rizalingind Ndutzz Dansukzezz
si hasan hadi jadi Acan CYank Cemuach
si fahmi bahar jadi AHmy KaNgeundz Leppiey
si diba jadi dibbzz lagGe veLgz
si darus jadi NamaQuwh DarRuzz TauuGagsiich

ngakak sangat

nanti deh nama gue ganti TemMyyLhouwzBukAnnyaTammy zzzzz tapi ogah ah gue masih punya harga diri untuk tidak menjadi alay (lah emangnya alay serendah itukah derajatnya?).

Rasanya gue gak terlalu ngeksis di fb ato twitter ato tumblr padahal gue punya ketiga-tiganya. Gue malah lebih suka ngeblog untuk saat ini. Bahkan bisa lebih blak-blakan di blog ketimbang cerita ke orang lain. Gue rasa bahasa tulisan lebih enak diungkapkan, karena faktanya gue bukan orang yg banyak omong. Padahal tulisan gue juga gak bagus2 amat, gak puitis2 amat. Gak lucu2 banget juga. Jadi, gue tulis apa yg pengen ditulis.
Saat ini gue berusaha buat rajin membaca, apapun itu. karena membaca bisa nambah2 kosa kata baru. Itu fakta lho. Gue habis baca novelnya dewi lestari merasakan adanya perbedaan kata2 yg gue tulis. Jadi kepengaruh juga bahasanya. Gue menyesal dulu jarang pinjem buku di perpus IC yg bagus itu. Yah, mulai sekarang deh, gue mau nyoba lagi buat sering baca.

ayo temi ceMunGudh >,<

Kamis, Februari 10

finally.... ip keluar
jeng jeng jeeng
sayangnya masih sementara sih, kurang satu matkul belum keluar nilainya (UGM lambret nih ternyata)
tapi oh tapi udah lumayan ipnya. Ga bakal gue sebut juga sih. Pokoknya sejauh ini mencapai target. tinggal berdoa satu matkul yg belom bisa dapet A karena kalau B, bisa turun ipnya :(. matkul yg abstrak ini, yang kuliahnya maen2 doang, gunting tempel kertas warna, nyaris kayak anak tk. ternyata dosen kadang sadis juga kasih nilai. karena estetika dasar ternyata punya sejuta teori kawan, tentang balance asimetris nonfiguratif unity harmony simplicity syalalala. ayolah bu niaaa, give me A!
masalah pasword portal udah beres, ternyata gampang juga ngurusinnya. gue kira bakal ribet dilempar ke mana2. Tinggal datang ke direktorat akademik, lapor, ngasih KTM, nunggu ga sampe 10 menit, taraaaa... dapatlah saya password yg baru

diliat2 ga meaning banget dah postingan2 gue
gak penulis banget
nantilah kapan2 saya post tulisan bermanfaat

cheer up!

Senin, Januari 24

random

lupa.
gawat.
lupa.
gue lupa password login ke portal akademika.

gue gabisa liat nilai.
gue gabisa liat ip (emang belum).

gue gimana dong gue.
hadeeh

sebenernya gue ingat.
yakin bener dah tuh passwordnya.

tapi selalu gagal.

siapa? siapa?
siapa yang salah?

ah sudahlah, nanti diurus ke pengajaran.

Jumat, September 17

The Other Side Of Rahmat

Akhirnya saya berhasil memfoto rahmat! Postingan ini lanjutan dari yg sebelumnya. Jadi bacalah itu dulu sebelum baca yang ini.
Tapi jangan anggap saya terobsesi dengan orang gila karena menulis tentang rahmat dua kali berturut-turut :p...

Cerita bermula saat saya, adek-adek, dan mama saya sedang di depan rumah ngeliatin balon2 udara pake plastik beterbangan di atas. Hari ini emang lagi perayaan 'lebaran kedua'-nya masyarakat daerah pekalongan, tepatnya desa krapyak. Mereka memeriahkan syawalan ini dengan membuat lopis raksasa, juga pelepasan balon-balon plastik dari berbagai ukuran. Sebuah balon yang paling besar (mungkin diameternya kurang lebih 3 meter) bagian bawahnya digantungin petasan. Jadi ntar meledak pas udah di atas. Pas lagi pada ngeliat ke atas gitu, saya ga sadar ada rahmat dateng, kaget banget, langsunglah saya dan dua adek saya lari masuk rumah. Dia teriak "Tutiiik...!!!!" (setiap orang gede perempuan dia panggil tuti). Mama nyuruh ambilin uang 200 rupiah, terus saya keinget janji saya mau ngepost fotony rahmat. Langsung saya ambil kamera.
Pas ke depan lagi petasan-petasan yang di balon besarnya udah mulai meledak. Dan waktu saya liat tampangnya rahmat...


                        lihat kan, senjata-senjatanya
gergaji, linggis, kapak yang dibawanya emang ngeri, tapi saya baru kali ini liat muka yang begitu bahagia dari rahmat. Mama saya nunjukin si rahmat balon di atas yang lagi pada meledak petasannya. Dengan gaya ngomong mama yang kayak lagi godain anak kecil. Dan, kayak bocah usia 5 tahun, rahmat dengan bahagia nujuk-nunjuk balonnya yang sedang ber'dor-dor' ria sambil bilang "ecoon..econ (mercon, mercon)". Wow, kalo udah gini dia gak pantes banget sama penampilannya. Gak ada serem-seremnya sama sekali.


mau keluar rumah pun, dia masih nunjuk-nunjuk balon plastiknya...

Senin, September 13

Si Rahmat

Before i tell a story about si rahmat, let me say : HAPPY IED MUBAROK everyone :)
and i'm asking for your forgiveness, if i had some faults (it's impossible if i hadn't have it)
Lets begin this new period by becoming a better person :D


Ok, si rahmat itu nama orang gila di lingkungan tempat tinggal gue. Nggak ada yang nggak tau si rahmat ini. Kalo nggak tau berarti dia bukan orang sini, huehe. Sebenernya dia tu nggak gila. Kalo orang gila kan geblek, nggak peduli apapun. Mau telanjang kek, mau pipis kek, mau ngapa2in dia kagak mikir. Nah si rahmat ni kalo gue bilang, cuma keterbelakangan mental. Dia ini tiap hari kerjaannya keliling-keliling ke rumah-rumah buat minta duit. Dia keliling paling nggak 3 kelurahanlah.
Nah, bro-bro and sist-sist... uniknya ngerinya, si rahmat ini selalu membawa senjata-senjata mujarab tiap minta duit. Senjatanya gak tanggung-tanggung men!: gergaji, sabit, palu, cangkul !!! Nah lo, horor banget kan tu wongedan. Udah kayak psikopat yang siap mbacok orang aja kalo gak ngasih duit. Jadi ga heran juga kan kalo die selalu dikasih duit orang. Tapi dibalik tampang psikopatnya dia tidak pernah sekalipun membunuh orang (setau gue ya..). Dia itu kan blo'on. Kemungkinan gergaji segala macemnya cuma dandanan dari seseorang yg nyuruh dia ngemis (sotoy :p). Yah, tetep aja.. meski rahmat ga nyakitin orang gue takuuuut kalo ngeliat. Padahal dari kecil gue udah kenal tau rahmat.
Pas jaman sd, kalo pulang kan kadang jalan kaki. Terus ngelewatin jalurnya si rahmat itu. Kalo lagi ga beruntung ya bisa ketemu. Pernah gue dan teman gue vivi lagi jalan eh ngeliat rahmat jalan juga di depan kita. Tapi ga berlawanan arah, jadi kita jalan di belakang rahmat yang jalannya lambret banget. Mau gimana lagi, horor juga kan kalo mau nyalip dia. Bisa-bisa dikejar, eh dia kan lambret gitu ya, ga mungkin bisa ngejar gyahaha, tapi dulu kan ga mikir kayak gitu. Akhirnya kita jalan lebih lamban dari rahmat -,-. Sengaja biar dia jauh, terus ntar di belokan selanjutnya kita ga lewat jalur rahmat lagi. Terus udah jauh gitu rahmatnya sampe ga keliatan. ya gue mikirnya udah aman sentosa laah. Kita pun gembira dan nyepetin langkah kaki. Pas di belokan, tiba-tiba si rahmat keluar dari pintu yang lagi pas banget di depan kita...
Rahmat : BRAAAK.......!!! (pintunya digebrak)
tepat d depan mata gue rahmat nongol.. spersekian detik gue shock,
Rahmat : HEEEEEEH!!! (mulai melangkah ke depan)
gue dan vivi : HUAAAAAAAAA...!!! (jejeritan geje dan lari sekenceng udele dewe)
rasanya kayak mau dibunuh rahmat, gue lari pokoknya lari sejauh mungkin, ga ngeliat belakang lagi.
Niat menjauhi rahmat malah diperdekatkan begini, wkwkwk..
Ada cerita lagi, kali ini gue udah gede.. Ceritanya lagi ada arisan di rumah eyang. Pesertanya para pensiunan, embah-embah semua gitu. Karena arisannya di ruang tamu ya pintunya di buka lah, biar terang dan kagak pengap. Pas lagi sesi makan siang ada rahmat lengkap dengan senjata tajamnya *_*
Rahmat : HEEEEH..!!! ewu... ewu...(sewu..sewu..)
eyang : HEE.. OJO MLEBU OJO MLEBUUU !!!! (sambil ngepelin tangan)
rahmat : ewu...!
eyang : iyo iyo....!!! sek!
btw gue kaga ngarti ekspresinya si embah-embah yg lagi makan siang di ruang tamu.. gue cuma liat dari belakang. Anda mengerti sendirilah ya, udah tuwek-tuwek, lagi makan, eh ada orang gila dateng. Gue takut aja kalo ada yg jantungan, kaget liat rahmat, terus keselek tempe ato tahu gitu ya kan serem...
eyang : (sambil ngasih duit) iki, lungo kono!!
rahmat : ma'eeem.....!! ma'em....!! (sambil nunjuk-nunjuk embah-embah yg lagi makan)
eyang : iki wes tak ke'i duit, lungooooo!
rahmat : emoooh...! ma'eem!
si eyang akhirnya ngambilin roti2an
eyang : nyaah, ma'eme..
rahmat : emoooooooh! ma'em segoooooooo! *ni orang geblek bgt banyak maunya*
eyang : yowes tak jupuk ke, koe meneng bae neng kene!!
dan eyang pun ngambil kotak kerdus kecil bekas jajanan kecil buat arisan. Terus dikasih nasi langsung di kerdusnya, dan sedikit lauk pauk. Asli gue liatnya kayak ngasih makan kucing. Gue ngertilah si eyang sebagai tuan rumah arisan ingin menjaga tamu-tamunya tetap aman. Akhirnya si rahmat pergi juga abis dikasih nasi.


begitulah cerita si rahmat, agak tidak menarik sih sebenernya, tapi ini kan blog gue. Suka-suka gue kan mau nulis apaan :p sayang gue belom punya fotonya, pernah mau nyoba moto dari dalem mobil, tapi jadinya kelewat, cuma separo doang. Nanti deh kapan-kapan kalo dapet langsung gue post.


Nah, lebaran udah tiga hari lalu. Gue benar-benar makan segalanya.. dari makanan toplesan sampe opor segala macem gue cobain. Sampe over capacity men. Akibatnya perut gue rada-rada eror gimanaa gitu. Gak sampe *maaf* mencret-mencret sih, tapi kentut-kentut iya.. jadi gue sering menjauhi kerumunan orang buat kentut.

Rabu, September 8

birthday nozo

Hai hai hai udah lama ga ngepost (serasa ada yg baca aja blog gue)
Kabar terkini adalah saya sudah resmi jadi anak arsitek UGM ;). Baru dua minggu kuliah udah libur lebaran. Hore juga sih libur, karena saya belon merasa betah jadi anak kuliahan :((. Kenapa kenapa?? karena kuliah itu beda sama asrama, yg saya jalani enam tahun terakhir. Asli beda, saya harus benar-benar mandiri banget banget nget nget sekarang. Saya merasa kesepian tinggal di kosan :(. Masalahnya saya itu nggak punya apa-apa. Kos2an kosong melompong kayak warung ga laku2 keabisan modal. Saya bukan orkay yg punya segalanya seperti : laptop i-pod motor kamera DSLR *curcol*
Smoga beasiswa yg saya ajukan diterima amiiin
saya merasa merana jadi anak kuliahan baru T_T 


Oh iye, skrg tanggal bagus : 08/09/10
pas banget sama ULTAH NOZOMI HIKARI tercintaaa :D


btw tgl 25 kemaren saya juga ultah lhoo, but nothing special. Ok, saya juga ga berharap apapun selain do'a dari orang-orang terdekat. Thanks kalian! yg udah mendoakan saya.. 


back to nozo
apa ya, intinya saya masih kangen sama kalian anak angkatanku tersayang. Huhuu kapan ya bisa hidup bareng lagi *impossible* (eh, tapi impossible is nothing ding ya).
ih masa sih bisa balik ke SMA lagi? saya kan bukan orang yang hidup di jaman doraemon yg cukup dengan masuk laci bisa balik ke masa lalu.. aduh geje abis


Yang saya harepin, anak angkatan 13 jadi "orang besar" semua, nanti pas ketemu lagi kan keren tuh, bisa ketemu presiden yg dulunya temen SMA eh, MAN ding. Kalo enggak menteri-menteri yang ANTIKORUPSI, para penemu penemu alat hebat solusi negeri, ntar saya udah jadi arsitek canggih, yg bikin bangunan ajaib entah apapun itu. Amin amin amiiiin Ya Rabb, kabulkan do'a hamba ini..


-topik ultah selesai-


Topik baru : puasa
masa ya saya nimbang berat badan turun 3 kilo @_@
astaga.... bisa-bisanya turuun, biasanya kan berat badan saya berkisar di 45-46, muter-muter aja di angka itu..eh, puasa gini jadi 43 !!! liat saja nanti lebaran biar saya balas dendam makan semua makanan yang dihidangkan, hyeaah...!


opo neh yo, mumpung lagi semangat nulis..


ohya, THR (tugas hari raya) nya seabrek-abrek :((((
dan sampai detik ini belum ada yg saya selesaikan satupun. Hadeeh, payahnya diriku. Abis lebaran deh InsyaAllah, SEMANGAT!

Kamis, Juli 8

?

Bingung, saya harus mengalah atau berjuang??
Ada baiknya saya mengalah, mungkin suatu saat nanti bisa dapet yg jauh lebih baik, tapi ada bagusnya saya berjuang untuk kesempatan yang tak mungkin datang untuk kedua kalinya.

Hadoooh, dang ding dong, duweeng wengweng
Ya Allah, berikanlah yang terbaik..

duaduanya sama untung kok,,

jreng gonjreng,
lagi kacau nih otak,

waka waka 'e 'e

>,<

Jumat, Oktober 16

Kisah Sebuah Cabe

Alkisah, waktu pelajaran biologi, Bu Peni lagi nerangin jenis-jenis daun yang boleh dipake buat praktikum bab fotosintesis.

Bu Peni : Kalian nyari daun yang tipis, nggak bergetah, kecil, bla..bla..
Uut : Bu, kalo daunnya daun cabe boleh nggak?
Fibro : Cabe deh!