| |
Selasa, Desember 20
Some
Suatu siang, di depan sebuah di sebuah masjid di Gunung Kidul, Yogyakarta. Saya melihat pemandangan ini: bapak penjual siomay yang menulis siomay dengan 'some'. Tampak tidak penting, tapi kadang saya suka mengamati hal-hal sederhana seperti ini :)
Kamis, Desember 15
my apologize
Teruntuk yang tiba-tiba tidak saya pedulikan, that's not what i need but i had to. Momen-momen berharga yang dengan bodohnya tidak saya ikuti. and i'm feeling like getting away from you guys. Mungkin ada yang menganggap saya begitu arogan tidak mengorbankan waktu untuk kalian.Tapi saya juga bukan Tuhan yang bisa mengatur masa depan.
Jogja ternyata begitu menyita waktu saya. arsitektur dan satu bumi, seolah nyawa saya tersedot oleh dua hal itu.
tapi hidup memang pilihan, dan saya harus menjalani apa yang telah saya mulai kini.
yah, someday, i'll have a time to meet you guys
for my big IC family :')
Kamis, November 17
Kuliah Yu Sing
(ditulis 10 November 2011)
Jam 12:17 dan baru aja saya selesai ikut kuliahnya dosen tamu, Yu Sing. Alhamdulillah banget saya merasa sangat bersyukur bisa dengerin beliau. Segala macam pengalaman beliau dalam proyek, mendesain, dan segalamacemnya. Orang pintar itu memang terlihat dari jam terbangnya. saya merasa beliau sangat ber-jam terbang tinggi, jika dibandingkan dengan umurnya yang relatif muda. Beliau kaya akan ‘pengalaman’ nggak Cuma pengalaman mendesain tok, tapi juga pengalaman berinteraksi dengan orang, pengalaman menghargai alam, menghargai hal-hal sederhana. Nah itu poinnya, kalo bisa simple kenapa mesti ribet sih. Kalo bisa ke kampus pake baju sederhana kenapa harus yang glamour. Tiba-tiba lagi saya merasa bersyukur dengan kehidupan saya sekarang. Meski saya nggak punya ‘banyak’ uang saku, yang bisa buat beli apapun. Yang punya apapun. Yang bisa kemanapun. Dengan menghargai hal-hal sederhana di sekitar kita sebenarnya bisa ‘memperkaya’ jiwa.
Yu Sing selalu mempertimbangkan hal-hal sederhana untuk kemudian menjadikannya sangat luar biasa. Kebanyakan proyeknya beliau sering menggunakan bahan-bahan bekas yang ternyata masih bisa dipake, bahkan sangat menghemat biaya dan energi. Penghargaan terhadap alam juga unsur penting untuk membuat ‘pengalaman ruang’ menjadi nyaman. Beliau baru-baru ini dapet pengetahuan dari kliennya bahwa menanam pohon berbuah itu perlu, karena pohon itu semut rang-rang hidup. Dan dari semut itulah rayap dapat dibasmi secara alami. Tidak perlu repot-repot membasmi dengan bahan kimia.
Waktu Bu Nia bilang perkayalah jiwa kita dengan sering-sering mencari pengalaman, saya sadar, harusnya saya bersyukur dengan hidup saya sekarang. Dengan teman-teman yang selalu mengajarkan ‘pengalaman’. Kata beliau jaga agar jiwa kita tidak kering. Karena dengan itulah justru akan meningkatkan kualitas desain kita. katanya banyak kasus mahasiswa yang hampir DO karena mereka kerjaannya Cuma kos-kampus-kos-kampus. Dengan menyeimbangkan hidup kita antara akademik dan pengalaman, akan menambah ilmu. Dan ilmu itu tidak terbatas.
Yah, mungkin saya juga jarang menyertakan Allah dalam hati saya. Jadinya akhir-akhir ini justru sering menyesali kehidupan. Bukannya bersyukur. Padahal saya punya banyak kesempatan untuk belajar mengenai ‘kesederhanaan’ itu. Padahal saya hidup di sekitaran Jogja dimana ‘kesederhanaan’ masih cukup banyak terjadi. Dan sering ke Gunung Kidul juga. Padahal di Gunung Kidul banyak joglo-joglo yang sederhana namun bermakna untuk dipelajari. Mengenai masyarakatnya, mengenai kehidupan mereka. Terima kasih Yu Sing, karena secara mendadak anda menyadarkan saya. Mendadak anda menginspirasi saya. Karena simple itu keren!
(lagi suntuk sama tugas dan organisasi)
ini Yu Sing

ini kita foto bareng beliau

(lah mana Yu Singnya?? cari yang di tengah pake baju batik warna putih)
oh ya, blognya Yu Sing juga keren, saya suka membaca tulisan-tulisannya.. :)
Jam 12:17 dan baru aja saya selesai ikut kuliahnya dosen tamu, Yu Sing. Alhamdulillah banget saya merasa sangat bersyukur bisa dengerin beliau. Segala macam pengalaman beliau dalam proyek, mendesain, dan segalamacemnya. Orang pintar itu memang terlihat dari jam terbangnya. saya merasa beliau sangat ber-jam terbang tinggi, jika dibandingkan dengan umurnya yang relatif muda. Beliau kaya akan ‘pengalaman’ nggak Cuma pengalaman mendesain tok, tapi juga pengalaman berinteraksi dengan orang, pengalaman menghargai alam, menghargai hal-hal sederhana. Nah itu poinnya, kalo bisa simple kenapa mesti ribet sih. Kalo bisa ke kampus pake baju sederhana kenapa harus yang glamour. Tiba-tiba lagi saya merasa bersyukur dengan kehidupan saya sekarang. Meski saya nggak punya ‘banyak’ uang saku, yang bisa buat beli apapun. Yang punya apapun. Yang bisa kemanapun. Dengan menghargai hal-hal sederhana di sekitar kita sebenarnya bisa ‘memperkaya’ jiwa.
Yu Sing selalu mempertimbangkan hal-hal sederhana untuk kemudian menjadikannya sangat luar biasa. Kebanyakan proyeknya beliau sering menggunakan bahan-bahan bekas yang ternyata masih bisa dipake, bahkan sangat menghemat biaya dan energi. Penghargaan terhadap alam juga unsur penting untuk membuat ‘pengalaman ruang’ menjadi nyaman. Beliau baru-baru ini dapet pengetahuan dari kliennya bahwa menanam pohon berbuah itu perlu, karena pohon itu semut rang-rang hidup. Dan dari semut itulah rayap dapat dibasmi secara alami. Tidak perlu repot-repot membasmi dengan bahan kimia.
Waktu Bu Nia bilang perkayalah jiwa kita dengan sering-sering mencari pengalaman, saya sadar, harusnya saya bersyukur dengan hidup saya sekarang. Dengan teman-teman yang selalu mengajarkan ‘pengalaman’. Kata beliau jaga agar jiwa kita tidak kering. Karena dengan itulah justru akan meningkatkan kualitas desain kita. katanya banyak kasus mahasiswa yang hampir DO karena mereka kerjaannya Cuma kos-kampus-kos-kampus. Dengan menyeimbangkan hidup kita antara akademik dan pengalaman, akan menambah ilmu. Dan ilmu itu tidak terbatas.
Yah, mungkin saya juga jarang menyertakan Allah dalam hati saya. Jadinya akhir-akhir ini justru sering menyesali kehidupan. Bukannya bersyukur. Padahal saya punya banyak kesempatan untuk belajar mengenai ‘kesederhanaan’ itu. Padahal saya hidup di sekitaran Jogja dimana ‘kesederhanaan’ masih cukup banyak terjadi. Dan sering ke Gunung Kidul juga. Padahal di Gunung Kidul banyak joglo-joglo yang sederhana namun bermakna untuk dipelajari. Mengenai masyarakatnya, mengenai kehidupan mereka. Terima kasih Yu Sing, karena secara mendadak anda menyadarkan saya. Mendadak anda menginspirasi saya. Karena simple itu keren!
(lagi suntuk sama tugas dan organisasi)
ini Yu Sing
ini kita foto bareng beliau
(lah mana Yu Singnya?? cari yang di tengah pake baju batik warna putih)
oh ya, blognya Yu Sing juga keren, saya suka membaca tulisan-tulisannya.. :)
Jumat, Oktober 14
Mungkin Saya
Mengapa saya begitu kacau akhir-akhir ini
kamar yang selalu berantakan
dosen yang kadang terlalu merdu bernyanyi, bikin saya ngantuk di kelas
organisasi yang kadang terlalu menyita waktu
kosan yang belum saya bayar bulan ini
rambut yang lepek, lupa keramas
Al-qur'an yang jarang saya sentuh
novel yang beru seperempat dibaca, lalu terabaikan
tangan yang tiba-tiba tidak lihai menggambar
tugas kelompok yang tidak becus saya pimpin
teman kosan yang jarang saya sapa
teman lama yang jarang saya sapa juga
motor yang sudah sangat kotor, lupa dicuci
baju kotor yang terlalu numpuk
galau?
ada apa dengan kata-kata galau?
mengapa 'galau' menjadi suatu konotasi yang maknanya 'menggelikan'?
mengapa 'galau' sering menjadi kata 'ejekan' kepada yang sedang bermuram durja?
sehingga makna : "kamu lagi sedih ya?" menjadi berbeda jika diubah : "kamu lagi galau ya?"
atau itu semua hanya persepsiku saja?
lalu mana yang benar?
mungkin saya terlalu lelah
mungkin saya terlalu bahagia menjadi pecundang
mungkin saya terlalu malas mencuci baju
mungkin saya lebih malas lagi melaundry baju
mungkin saya mendapat karma
mungkin saya mungkin saya terlalu cuek menjadi manusia
mungkin saya tidak setegar orang-orang
mungkin saya jarang membaca Qur'an
mungkin saya terlalu enggan mengambil sapu untuk menyingkirkan debu-debu lantai kamar
mungkin saya terlalu pesimis
mungkin saya melupakan pensil warna dan kertas gambar
mungkin saya terlalu lemah
mungkin saya masih ada hutang
mungkin saya terlalu memendamnya sendiri
mungkin saya terlalu aneh
mungkin tugas kuliah terlalu banyak
mungkin terlalu banyak pikiran yang campur aduk menjadi air mata
mungkin saya terlalu menyebalkan bagi alam semesta
mungkin saya terlalu jauh dengan-Mu
dan mungkin-mungkin lainnya
readers, jangan ambil hati
maaf ya kalo jadi nyebarin aura negatif
:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|
kamar yang selalu berantakan
dosen yang kadang terlalu merdu bernyanyi, bikin saya ngantuk di kelas
organisasi yang kadang terlalu menyita waktu
kosan yang belum saya bayar bulan ini
rambut yang lepek, lupa keramas
Al-qur'an yang jarang saya sentuh
novel yang beru seperempat dibaca, lalu terabaikan
tangan yang tiba-tiba tidak lihai menggambar
tugas kelompok yang tidak becus saya pimpin
teman kosan yang jarang saya sapa
teman lama yang jarang saya sapa juga
motor yang sudah sangat kotor, lupa dicuci
baju kotor yang terlalu numpuk
galau?
ada apa dengan kata-kata galau?
mengapa 'galau' menjadi suatu konotasi yang maknanya 'menggelikan'?
mengapa 'galau' sering menjadi kata 'ejekan' kepada yang sedang bermuram durja?
sehingga makna : "kamu lagi sedih ya?" menjadi berbeda jika diubah : "kamu lagi galau ya?"
atau itu semua hanya persepsiku saja?
lalu mana yang benar?
mungkin saya terlalu lelah
mungkin saya terlalu bahagia menjadi pecundang
mungkin saya terlalu malas mencuci baju
mungkin saya lebih malas lagi melaundry baju
mungkin saya mendapat karma
mungkin saya mungkin saya terlalu cuek menjadi manusia
mungkin saya tidak setegar orang-orang
mungkin saya jarang membaca Qur'an
mungkin saya terlalu enggan mengambil sapu untuk menyingkirkan debu-debu lantai kamar
mungkin saya terlalu pesimis
mungkin saya melupakan pensil warna dan kertas gambar
mungkin saya terlalu lemah
mungkin saya masih ada hutang
mungkin saya terlalu memendamnya sendiri
mungkin saya terlalu aneh
mungkin tugas kuliah terlalu banyak
mungkin terlalu banyak pikiran yang campur aduk menjadi air mata
mungkin saya terlalu menyebalkan bagi alam semesta
mungkin saya terlalu jauh dengan-Mu
dan mungkin-mungkin lainnya
readers, jangan ambil hati
maaf ya kalo jadi nyebarin aura negatif
:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|
Rabu, September 28
Tuhan salahkah saya?
WHY DON'T YOU STOP BOTHERING MY LIFE?
coz my sin would be increased day by day by hating you
and you're still stubborn
if you know that my tears have fallen
if you know that i'll make long distance from you, when you stay that way
:'(
Sabtu, September 24
Mekanika teknik, bintang dan laut
Jadi waktu saya nulis cerita ini sekitar tiga bulan yang lalu. Kira2 udah nulis 75%. Terhenti di tengah jalan dan berujung tidak jadi diposting. Lalu saya tiba-tiba menemukannya kembali dan menyayangkan kalau-kalau saya hanya menyimpannya (padahal bahasanya diniatkan untuk dipost :p). So saya lanjutkan ceritanya dan baru saya post sekarang.... enjoy!
Namanya pantai pribadi (actually it has no name), mungkin karena lebarnya yang secuil dan dibatasin karang tinggi di sisi kanan kirinya. Pantainya bersih, pasir putih, and seems like no one own this place. Jadi berasa terdampar di sebuah pulau saking sepinya. Untuk masuk ke pantai medan yang ditempuh amat terjal. Entrancenya tersembunyi di antara semak semak.
Saya berada dalam pilihan sulit (halah) waktu diajak "ke pantai yuk!"
berangkat sabtu pulang minggu dan senin ada UAS mekanika teknik yang super absurd. Dari awal semester pun saya berencana belajar buat uas mektek jauh jauh hari sebelumnya.
Saya nolak awalnya "nggak mau, pokoknya aku mau belajar mektek hari sabtu minggu"
"ayolaah, belajar di sana kan bisa juga, ntar kuajarin deeh, pantainya bagus banget lho, ntar kamu nyesel gak ikut, kapan lagi kesempatan ke pantai bagus kayk gini, bla bla bla" mbak wie yg keukeuh banget ngajakin.
Dan saya pun luluh, sabtu siang, saya langsung cari-cari bahan mektek ke temen dan motokopi, packing kilat dan sorenya berangkat juga.
Lokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta. Transport pake motor, recommend pake mobil jip oke juga sih. Saya agak lupa jalannya, tapi pas nyampe gak ada tanda2 bahwa di situ ada pantai. Parkir di samping semak-semak yang tanahnya lumayan rata, habis itu nyari jalur tracking yang cukup sulit juga ngelihat bahwa itu adalah jalur karena tertutup semak-semak dan tetumbuhan. Sya dan rombongan sempat nyasar karena salah ambil jalur. Maklum dateng pas hari udah gelap, sampe mesti nebas pake parang karena jalur yang diingat salah satu kawan udah ketutup tumbuhan. Karena takut nyasar lebih jauh, kita balik ke tempat parkir dan nyari lahan bagus buat ngecamp. akhirnya nemu tempat di tepi jurang buat camp. Dari situ pemandangan malam bagus banget. Bisa ngeliat bintang banyaaaak banget. Saya sempet liat bintang jatuh 2 kali. dari situ juga kedengeran suara air laut menghantam karang yang ada di bawah. Karena masih gelap jadi belum keliatan banget pemandangan lautnya, tapi worth it banget belajar mektek di bawah ribuan bintang hehe. jadi kalo lagi bosen tinggal liat ke atas, lanjut belajar lagi. Si mbak wie juga bawa radio kecil yang bisa jadi mp4. Yang lain main kartu, saya belajar pake headlamp, plus musik dan bintang.
Jam 1 tidur, bangun jam 5. Dan keluar dome, baru keliatan bahwa kita ngecamp di tepi jurang yang bawahnya laut uwooow. Lanjut masak air, minum hot cocoa dan sarapan roti. Baru keliatan ada beberapa orang mancing ikan semalem, di karang seberang. Karena tujuannya adalah pantai pribadi, kita balik lagi ke parkiran kemarin dan nyari jalur lagi. Nebas taneman lagi, dan nemulah jalur benernya. Untuk sampai ke pantai harus traking sekitar 20 menitan, di tengah jalan nemu pohon kelapa, ngambil 2 buah dan lanjut jalan ke pantai.
And we finally found that amazing place, pantainya benar2 bagus, kelihatan alami. Ada gua kecil tempat berteduh di karangnya. ada tebing buat yang mau manjat, ada karang. Ada anemon, ikan kecil, kerang, umang-umang, ophiuroidea (bener gak tulisannya). Saya nyari kerang kecil2 buat di masak.
Sambil nunggu yang lain masak dan manjat saya belajar lagi, beralaskan ponco, menghadap laut, di bawah cekungan tebing saya pun membuka lagi halaman kertas-kertas mektek. Saya peserta ujian mektek paling beruntung pagi itu.
Tapi di situ gak ada sumber air bersih lhoo, jadi mesti bawa air sendiri. dan untuk buang airnya sih, no comment lah hehe.
Akhirnya karena mati gaya mau ngapain lagi di situ kita pulang siang. Sampai kampus sore, dan i was a lil' bit panic seeing my arch friends ngumpul di kpft belajr mektek bareng. Dan saya merasa ketinggalan mereka sampe mana belajar. Untung masih sempet nanya-nanya dikit. sebelum mereka pada bubar. Lumayanlah, saya cukup bisa mengejar ketertinggalan dan merasa berada di pihak yang "sama kemampuannya" dengan teman-teman. Tinggal menunggu hari esok.
Namanya pantai pribadi (actually it has no name), mungkin karena lebarnya yang secuil dan dibatasin karang tinggi di sisi kanan kirinya. Pantainya bersih, pasir putih, and seems like no one own this place. Jadi berasa terdampar di sebuah pulau saking sepinya. Untuk masuk ke pantai medan yang ditempuh amat terjal. Entrancenya tersembunyi di antara semak semak.
Saya berada dalam pilihan sulit (halah) waktu diajak "ke pantai yuk!"
berangkat sabtu pulang minggu dan senin ada UAS mekanika teknik yang super absurd. Dari awal semester pun saya berencana belajar buat uas mektek jauh jauh hari sebelumnya.
Saya nolak awalnya "nggak mau, pokoknya aku mau belajar mektek hari sabtu minggu"
"ayolaah, belajar di sana kan bisa juga, ntar kuajarin deeh, pantainya bagus banget lho, ntar kamu nyesel gak ikut, kapan lagi kesempatan ke pantai bagus kayk gini, bla bla bla" mbak wie yg keukeuh banget ngajakin.
Dan saya pun luluh, sabtu siang, saya langsung cari-cari bahan mektek ke temen dan motokopi, packing kilat dan sorenya berangkat juga.
Lokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta. Transport pake motor, recommend pake mobil jip oke juga sih. Saya agak lupa jalannya, tapi pas nyampe gak ada tanda2 bahwa di situ ada pantai. Parkir di samping semak-semak yang tanahnya lumayan rata, habis itu nyari jalur tracking yang cukup sulit juga ngelihat bahwa itu adalah jalur karena tertutup semak-semak dan tetumbuhan. Sya dan rombongan sempat nyasar karena salah ambil jalur. Maklum dateng pas hari udah gelap, sampe mesti nebas pake parang karena jalur yang diingat salah satu kawan udah ketutup tumbuhan. Karena takut nyasar lebih jauh, kita balik ke tempat parkir dan nyari lahan bagus buat ngecamp. akhirnya nemu tempat di tepi jurang buat camp. Dari situ pemandangan malam bagus banget. Bisa ngeliat bintang banyaaaak banget. Saya sempet liat bintang jatuh 2 kali. dari situ juga kedengeran suara air laut menghantam karang yang ada di bawah. Karena masih gelap jadi belum keliatan banget pemandangan lautnya, tapi worth it banget belajar mektek di bawah ribuan bintang hehe. jadi kalo lagi bosen tinggal liat ke atas, lanjut belajar lagi. Si mbak wie juga bawa radio kecil yang bisa jadi mp4. Yang lain main kartu, saya belajar pake headlamp, plus musik dan bintang.
Jam 1 tidur, bangun jam 5. Dan keluar dome, baru keliatan bahwa kita ngecamp di tepi jurang yang bawahnya laut uwooow. Lanjut masak air, minum hot cocoa dan sarapan roti. Baru keliatan ada beberapa orang mancing ikan semalem, di karang seberang. Karena tujuannya adalah pantai pribadi, kita balik lagi ke parkiran kemarin dan nyari jalur lagi. Nebas taneman lagi, dan nemulah jalur benernya. Untuk sampai ke pantai harus traking sekitar 20 menitan, di tengah jalan nemu pohon kelapa, ngambil 2 buah dan lanjut jalan ke pantai.
And we finally found that amazing place, pantainya benar2 bagus, kelihatan alami. Ada gua kecil tempat berteduh di karangnya. ada tebing buat yang mau manjat, ada karang. Ada anemon, ikan kecil, kerang, umang-umang, ophiuroidea (bener gak tulisannya). Saya nyari kerang kecil2 buat di masak.
Sambil nunggu yang lain masak dan manjat saya belajar lagi, beralaskan ponco, menghadap laut, di bawah cekungan tebing saya pun membuka lagi halaman kertas-kertas mektek. Saya peserta ujian mektek paling beruntung pagi itu.
Tapi di situ gak ada sumber air bersih lhoo, jadi mesti bawa air sendiri. dan untuk buang airnya sih, no comment lah hehe.
Akhirnya karena mati gaya mau ngapain lagi di situ kita pulang siang. Sampai kampus sore, dan i was a lil' bit panic seeing my arch friends ngumpul di kpft belajr mektek bareng. Dan saya merasa ketinggalan mereka sampe mana belajar. Untung masih sempet nanya-nanya dikit. sebelum mereka pada bubar. Lumayanlah, saya cukup bisa mengejar ketertinggalan dan merasa berada di pihak yang "sama kemampuannya" dengan teman-teman. Tinggal menunggu hari esok.
Jumat, September 2
The Messenger
I've read this one:

On this holiday, i found that my father was reading this book. He left it on his bed so i decided to read it as well.
Judulnya MUHAMMAD, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik karangan Martin Lings. Kadang ayah saya sedang tidak membacanya dan pada kesempatan itulah saya sempatkan membaca.
Saya memang telah mempelajari sejarah tentang Nabi sejak bangku SD kelas 5 (kalo nggak salah). Namun saya merasa belum benar-benar mengenal beliau seperti yang seharusnya, mengingat telah belajar selama itu.
Kadang saya berpikir, kenapa saya nggak ngerasain "cinta" terhadap beliau seperti yang diperintahkan dalam Al-quran dan Hadits. Dan saya yakin banyak juga yang ngerasain hal sama. Mungkin pengetahuan saya yang kurang, atau saya yang selalu meremehkan pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), atau saya yang belum dapet hidayah, naudzubillah. Sehingga rasanya mencintai Rasulullah SAW hanya sekedar 'ya, saya cinta beliau karena orang tua dan guru saya menyuruh demikian' padahal hati belum benar-benar merasakan.
But reading this book, i think, make me more figure out about the best person in the world. Wich deserves to be loved more than anyone else. Even your parents or sister.
Mungkin saya banyak melupakan pelajaran SKI, terutama kisah hidup Rasulullah SAW. Sehingga saya ingin mendalaminya lagi. Lebih memahami karakter Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu saya akan lebih paham mengapa saya harus mencintai beliau. Mengirimkan sholawat dan salam kepada beliau dan para sahabatnya.
Maybe it's to late for me to do this, But i try to do something better (apalagi habis lebaran). Dan kita tidak akan pernah tahu kapan kematian datang, juga hari kiamat.
Mengenai buku ini, (saya kutip dari bagian belakang buku):
Nah, bagian favorit saya saat masa perang. Bagaimana perjuangan beliau melawan pasukan kafir Quraisy pada perang Badr. Pasukan Muslim saat itu mendapat bala bantuan dari malaikat Jibril dan pasukannya. Membuat pasukan kafir Quraisy kalang kabut mendapat serangan 'ghaib'.
Juga kisah-kisah lainnya yang patut dibaca. Dan diteladani. Maka dari itu wahai anak muda nggak ada salahnya kok baca buku ini. InsyaAllah manfaat :) sebelum terlambat (lho?).

On this holiday, i found that my father was reading this book. He left it on his bed so i decided to read it as well.
Judulnya MUHAMMAD, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik karangan Martin Lings. Kadang ayah saya sedang tidak membacanya dan pada kesempatan itulah saya sempatkan membaca.
Saya memang telah mempelajari sejarah tentang Nabi sejak bangku SD kelas 5 (kalo nggak salah). Namun saya merasa belum benar-benar mengenal beliau seperti yang seharusnya, mengingat telah belajar selama itu.
Kadang saya berpikir, kenapa saya nggak ngerasain "cinta" terhadap beliau seperti yang diperintahkan dalam Al-quran dan Hadits. Dan saya yakin banyak juga yang ngerasain hal sama. Mungkin pengetahuan saya yang kurang, atau saya yang selalu meremehkan pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), atau saya yang belum dapet hidayah, naudzubillah. Sehingga rasanya mencintai Rasulullah SAW hanya sekedar 'ya, saya cinta beliau karena orang tua dan guru saya menyuruh demikian' padahal hati belum benar-benar merasakan.
But reading this book, i think, make me more figure out about the best person in the world. Wich deserves to be loved more than anyone else. Even your parents or sister.
Mungkin saya banyak melupakan pelajaran SKI, terutama kisah hidup Rasulullah SAW. Sehingga saya ingin mendalaminya lagi. Lebih memahami karakter Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu saya akan lebih paham mengapa saya harus mencintai beliau. Mengirimkan sholawat dan salam kepada beliau dan para sahabatnya.
Maybe it's to late for me to do this, But i try to do something better (apalagi habis lebaran). Dan kita tidak akan pernah tahu kapan kematian datang, juga hari kiamat.
Mengenai buku ini, (saya kutip dari bagian belakang buku):
Martin Lings mampu menghadirkan kesederhanaan maupun keagungan cerita. Karena itu, Muhammad dapat dibaca dengan sama nikmatnya baik oleh mereka yang sudah akrab dengan biografi Nabi maupun para "pendatang baru" yang membacanya untuk pertama kali.
Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahun 1983. Sejak itu karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu, dan sekarang, Indonesia. Pada 1990, setelah buku ini berhasil mencuri perhatian Universitas al-Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Hosni Mubarak.
Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahun 1983. Sejak itu karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu, dan sekarang, Indonesia. Pada 1990, setelah buku ini berhasil mencuri perhatian Universitas al-Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Hosni Mubarak.
Nah, bagian favorit saya saat masa perang. Bagaimana perjuangan beliau melawan pasukan kafir Quraisy pada perang Badr. Pasukan Muslim saat itu mendapat bala bantuan dari malaikat Jibril dan pasukannya. Membuat pasukan kafir Quraisy kalang kabut mendapat serangan 'ghaib'.
Juga kisah-kisah lainnya yang patut dibaca. Dan diteladani. Maka dari itu wahai anak muda nggak ada salahnya kok baca buku ini. InsyaAllah manfaat :) sebelum terlambat (lho?).
Kamis, Agustus 4
Senin, Juni 27
let your self GO!
Selama ini pergi ke luar pulau Jawa cuma jadi angan-angan (celiah).Biasa, belum cukup kesempatan dan (tentunya) duit buat sekedar liburan ke Bali kek, Lombok kek, yang keren-keren itu lah. Tapi siapa sangka, akhirnya datang juga kesempatan buat mencicip udara luar Jawa. Masih sebagai rencana sih, tapi InsyaAllah bakal berangkat tanggal 8 Juli besok cihuy :D
Ini bukan sekedar having fun jalan-jalan buang duit, tapi ini adalah serangkaian acara Swadaya V (macam tahap akhir buat dilantik jadi anggota penuh satubumi)
Jadi awal Juli gue bakal terdampar di Sulawesi Selatan selama kurang lebih tiga minggu. Ngapain aja? gue juga gak kebayang bakal lama banget. But there's so much things to do, jadi tema acaranya adalah ekspedisi sulawesi selatan. Ada 4 divisi: gunung hutan, caving, panjat, dan rafting. Saya masuk yg caving, jadi tugasnya adalah ekspedisi telusur goa, tepatnya di kompleks kars maros sulsel. Masing masing divisi berekspedisi sesuai bidangnya masing-masing selama seminggu pertama di sana, habis ekspedisi ngumpul lagi buat acara sosmasnya: sosialisasi kompos dan penelitian di suku kajang, Sulawesi Selatan selama 10 hari. Pulang pergi total butuh waktu 6 hari, wow!
Rencana berangkat 8 Juli pulangnya 30 Juli. Alhamdulillahnya gue bisa berangkat dgn biaya sendiri hasil nge-part time jadi maketer di tempat senior.
Yoaay, dan wish me luck there everybody :)
kalo ntar niat sih, bakal ditulis di blog hasil sebulan di sana.
Minggu, Mei 22
A Tiring Month
Ketika semuanya menjadi urusan
dan kamu harus memikirkannya dalam waktu bersamaan
hingga pada suatu titik otakmu membuncah
penat dan tak ingin peduli
~Mei, bulan yg melelahkan
Ya Allah mudahkanlah segala urusanku
dan kamu harus memikirkannya dalam waktu bersamaan
hingga pada suatu titik otakmu membuncah
penat dan tak ingin peduli
~Mei, bulan yg melelahkan
Ya Allah mudahkanlah segala urusanku
Minggu, April 24
Toleransi
Just wanna share about this :)
enam tahun sekolah di boarding school berbasis Islam, enam tahun pula saya belajar teori mengenai toleransi antar umat beragama. Tapi untuk kehidupan nyata, faktanya saya baru merasakan praktek toleransi waktu jadi mahasiswi. dari lahir sampai kelas tiga SMA saya belum pernah punya temen yang beda agama. Temen disini artinya yang bener-bener kenal dalam waktu lama lho. Bukannya sekedar kenalan pas acara jambore, atau lomba2an. Bukan sekedar aku tami, kamu siapa? lantas namanya saya lupa begitu saja. Terkukung di asrama membuat saya berteman dengan orang-orang yang homogen. Dan saya baru menyadari bahwa begitu banyak karakter orang di dunia.
Begitu banyak orang Islam yang tidak melaksanakan sholat. Begitu banyak orang Islam yang meminum bir. Tak jarang pula orang non Islam yang fasih ber-kosakata Islam. Sampai saya bingung dia ini apa agamanya.
Dan saya baru merasakan berteman dengan orang-orang yang seperti itu. Shock awalnya, karena sangat berbeda dengan kehidupan asrama yang biasa saya jalani.
Tapi perbedaan itu bisa menjadi indah. Saya selalu ambil sisi baik dari setiap orang yang saya temui. Meski susah, kadang saya berusaha buat ngingetin khususnya orang Islam, buat ngelaksanain kewajibannya.
Sekali lagi, saya sadar, dunia itu sangat luas. Maha Besar Sang Pencipta.
enam tahun sekolah di boarding school berbasis Islam, enam tahun pula saya belajar teori mengenai toleransi antar umat beragama. Tapi untuk kehidupan nyata, faktanya saya baru merasakan praktek toleransi waktu jadi mahasiswi. dari lahir sampai kelas tiga SMA saya belum pernah punya temen yang beda agama. Temen disini artinya yang bener-bener kenal dalam waktu lama lho. Bukannya sekedar kenalan pas acara jambore, atau lomba2an. Bukan sekedar aku tami, kamu siapa? lantas namanya saya lupa begitu saja. Terkukung di asrama membuat saya berteman dengan orang-orang yang homogen. Dan saya baru menyadari bahwa begitu banyak karakter orang di dunia.
Begitu banyak orang Islam yang tidak melaksanakan sholat. Begitu banyak orang Islam yang meminum bir. Tak jarang pula orang non Islam yang fasih ber-kosakata Islam. Sampai saya bingung dia ini apa agamanya.
Dan saya baru merasakan berteman dengan orang-orang yang seperti itu. Shock awalnya, karena sangat berbeda dengan kehidupan asrama yang biasa saya jalani.
Tapi perbedaan itu bisa menjadi indah. Saya selalu ambil sisi baik dari setiap orang yang saya temui. Meski susah, kadang saya berusaha buat ngingetin khususnya orang Islam, buat ngelaksanain kewajibannya.
Sekali lagi, saya sadar, dunia itu sangat luas. Maha Besar Sang Pencipta.
Minggu, April 10
Kampus Life
Ceritanya habis isi pulsa modem setelah berminggu-minggu lamanya, jadi pengen puas-puasin nulis :) dan gue bingung nih tema ceritanya apaan.. just wanna write something!
yow yow, jadi entah kenapa menjelang display, oke display adalah siklus dua mingguan dimana mahasiswa harus mendesain sebuah tempat yang dituntut dalam soal. Macem presentasi desain ke dosen penguji. Dan produk yang dihasilkan adalah gambar manual di A3 minimal 5 gambaran lah + maketnya. And that's really really really menyita banyak waktu saya, and make me can't sleep one night before display. seriously. Honestly i do like being an architecture student, but i feel so weak as well if there's no much time to spend, maksudnya buat dinikmati gitu.
Sampai sekarang udah tiga kali display, saya udah bikin desain kiosk movable, public toilet, dan salon (ada fotony gak ya?? ntar deh dicari) and Alhamdulillah, i got A on kiosk movable and public toilet, agak nggak percaya jg entah dosennya kebaikan apa gimana. there are some lectures who can't give A easily. Buat yang salon nilainya belum keluar karena baru jum'at kemarin display.
that's the point. mesti kerja keras dulu sebelum seneng-seneng. Kalo habis display rasanya ringaaaan banget, seolah saya pulang ke kos tanpa beban hehe. Meski dua minggu ke depan udah display lagi -_-.
poin kedua adalah harus hidup sehat, saya, mulai merasakan ketidaksehatan jadi mahasiswi arsitek. dua puluh empat jam lebih nonstop bikin gambar+maket sambil minum kopi. Posisi duduk terus terusan dengan mata melototin gambar. Makan nggak teratur. Sering ngemil makanan ber-MSG. I will always do that thing bahkan kalo udah jadi arsitek beneran. Kalo udah gitu gimana nggak badan bongkok, lambung rusak, mata minus oh suramnyaa..
and that's one of the reason for me joining mapala club.
saya harus punya waktu buat olahraga, karena kalo nggak ada wadahnya saya yakin bakal males olahraga sendirian. Enaknya kalo jadi mapala, selain olahraga juga bisa cuci mata melihat the wonderful places that God has created. Sabtu 26 Maret 2011 kemarin saya ke goa vertikal buat pendidikan lanjut satu bumi. Namanya goa jomblang & goa grubuk lokasi di Gunung Kidul Yogyakarta. Hey i've just realized that a lot of beautiful places in Yogyakarta :D. And grubuk was the wonderful cave i've ever seen. Sebelum masuk grubuk, turun (karena goanya vertikal) lewat jomblang dulu setinggi 40 meteran. terus di bawah ada goa horizontal nyambung ke grubuk. Jadi habis turun jalan bentar buat sampe ke grubuk. dan Subhanallah, saya pun terkesima melihat pemandangan dari bawah goa grubuk
untungnya kami sampai di grubuk sekitar jam 12 an. Jadi matahari tepat di atas :).
Oh ya, untuk naik turun goanya you need to have a SRT (single rope tehnique) ability. It means, naik turun pake satu tali. Dan mesti latihan rutin dulu sebelum dateng lokasi. Karena kita anggota mula jadi naik turunnya lewat jomblang yang cuma 40 meter. Habis kalo grubuk 80 meter -_-.
So habis foto-foto di dasar grubuk, big thanks to bang rey yang bawa kamera super keren dengan panjang lensa yang alaihim gambreng, kita jalan balik ke jomblang dan naik. Honestly i hate this part :(. Naik itu sungguh sulit. Pull up terus2an buat sampe atas. tapi kalo nggak naik kok ya lucu amat, mana ada cerita serem tentang goa jomblang yang katanya buat pembuangan mayat mayat bekas kekejaman PKI, oke, i'm a little bit scare sampe pecahan piring gue kira tulang belulang manusia.
ini naiknya
Senin, April 4
Minggu, Maret 13
Jumat, Februari 25
curcol curcol
Semester dua rasanya agak males ngejalaninnya. Kenapa? karena sekarang mayoritas teori semua, yg praktek agaknya cuma studio. Kalo smt 1 kan ada esdas yg kuliahnya hepi banget. Tinggal gunting tempel. Terus ada struktur & konstruksi yg juga ada prakteknya. Kabar-kabarnya SK 2 bakal suram, bu medi tegas banget gela. displaynya bikin maket 1:10. Mending sih, masih rumah selantai, bukannya dua lantai kayak smt 3. Tapi teteplah, pngalaman pertama need big effort. Mana sekarang masuk jam 7 mulu :(. Yah, untung udah nggak ada TKAD tiap sabtu.
Sekarang anak kontrakan lagi pada ng-alay. Nah lo gue tulis di sini gak papa yaa... (iya) saya yakin one of you akan membaca ini haghaghag. nanti kalo gak setuju tinggal bilang ke guelah, biar gue cancel oke?
Seenggaknya baca nama-nama alay itu sukses bikin gue terhiburlah, kacau dah mereka. Dan seenggaknya kalo gue kapan2 baca postingan ini bisa ketawa lagi. Nick asli di fb diganti jadi 4L4y ban99EDzz sumpah
si sudiono jadi SudySendirie TiAda IiannkMenemoney
si bastian jadi BaSty Cuqka Melamunz
si rizal jadi Rizalingind Ndutzz Dansukzezz
si hasan hadi jadi Acan CYank Cemuach
si fahmi bahar jadi AHmy KaNgeundz Leppiey
si diba jadi dibbzz lagGe veLgz
si darus jadi NamaQuwh DarRuzz TauuGagsiich
si diba jadi dibbzz lagGe veLgz
si darus jadi NamaQuwh DarRuzz TauuGagsiich
ngakak sangat
nanti deh nama gue ganti TemMyyLhouwzBukAnnyaTammy zzzzz tapi ogah ah gue masih punya harga diri untuk tidak menjadi alay (lah emangnya alay serendah itukah derajatnya?).
Rasanya gue gak terlalu ngeksis di fb ato twitter ato tumblr padahal gue punya ketiga-tiganya. Gue malah lebih suka ngeblog untuk saat ini. Bahkan bisa lebih blak-blakan di blog ketimbang cerita ke orang lain. Gue rasa bahasa tulisan lebih enak diungkapkan, karena faktanya gue bukan orang yg banyak omong. Padahal tulisan gue juga gak bagus2 amat, gak puitis2 amat. Gak lucu2 banget juga. Jadi, gue tulis apa yg pengen ditulis.
Saat ini gue berusaha buat rajin membaca, apapun itu. karena membaca bisa nambah2 kosa kata baru. Itu fakta lho. Gue habis baca novelnya dewi lestari merasakan adanya perbedaan kata2 yg gue tulis. Jadi kepengaruh juga bahasanya. Gue menyesal dulu jarang pinjem buku di perpus IC yg bagus itu. Yah, mulai sekarang deh, gue mau nyoba lagi buat sering baca.
ayo temi ceMunGudh >,<
Senin, Februari 21
Puncak Lawu
Gue mau cerita pengalaman pertama muncak :D. Tapi sebelumnya gue mau minta maaf sama anak IAIC jogja karena ga bisa ikutan makrab yg katanya seru bangeeeet :((((((((. Sumpah gue dilema banget mau naik gunung apa makrab, dua-duanya sama pentiiing. Bayangpun, makrab bisa ketemu sama anak2 IC, sama senior2 juga, bisa seru2an sama mereka di pantai. Ngelepas kerinduan saya bermain2 dengan nozo.. tapi naik gunung juga impian gue, muncak pula. apalagi ini masih awal smt 2, belum sibuk2nya kuliah dan sudah direncanakan tanggal 18-19 dari lamaa banget. Sedangkan makrab begitu mendadak pemberitahuannya. Jadi pada akhirnya gue merelakan makrab dan ikut rombongan kawan ke gunung lawu. Jujur gue juga nyesel ga ikut makrab.
Hidup memang pilihan
Karena pertama muncak, jadi mohon maaf kalo ceritanya agak-agak norak. Apalagi kalo yg baca udah expert, hampir semua gunung dan samudera di seluruh penjuru negeri telah ditaklukkan.
Muncak yang pertama kali memang banyak resiko. Pusing lah, mual lah, mencret lah (yg terakhir boong). Gunung lawu pula. Kata orang buat pemula2 tu mestinya macam merbabu merapi. Tapi tenang, tenang. saya pernah kok muncak tangkuban perahu dalam rangka dharma wisata bareng keluarga besar rombongan 2 mobil.
zzzzz
Berangkat dari Jogja jam 8 malem, sampe basecamp jam 12 malem. Barulah besok paginya jam 8 pagi kita cabut. Gue bersama teman2 yang setidaknya udah pernah ngerasain muncak. Jadi hanya gue seorang, yang belum tahu suka dukanya naik gunung. Jadilah gue seorang yang rasa-rasanya ngeliat puncak seolah lebih tinggi dari matahari. Jadilah gue seorang, yang begitu memperlambat laju pendakian kami berdelapan. Seandainya kita binatang melata, maka ada 7 ekor cicak dan seekor siput jalan berbarengan.
anyway, anyhow, jalan ke puncak rasanya hidup segan mati pun tak mau. Padahal gue udah dipinjemin sepatu canggih khusus traking punya si almi. Namun apadaya kaki sang peminjam belum cukup jam terbang buat melangkahi terjalnya bebatuan lawu.
Yakinlah, rupa saya saat itu sudah tak jelas bentuknya. Begitu baiknya teman-teman gue yang terus-terusan memberi semangat. Yang mau mengimbangi jalan si siput yang cuma setengah meter per sekon ini. Rasa-rasanya ucapan maaf pun tak cukup membalas budi kalian ini :') (apapula bahasa saya ini)
Jalur pendakian lawu seluruhnya (dari basecamp cemoro sewu hingga puncak) bebatuan. Bayangpun, begitu kerasnya jalan yang mesti dipijak.
Akhirnya pos 1, pos 2, dan pos 3 sanggup gue singgahi. Di pos 3, kita memutuskan nge-dome (ngecamp). Kita diriin tenda dulu disitu, barulah nerusin ke puncak lagi tanpa membawa beban terlalu berat. Barang yang sekiranya bisa ditinggal di tenda pun nggak kita bawa muncak. Masih ada pos 5 dan setelah itu sampai ke puncak. Tapi melihat jalan semakin terjal, gue agak lemes. Tuh bebatuan minta ditampar, pake zigzag segala pula jalurnya. Intensitas istirahat pun semakin sering. Sampai pos 4 pemandangan udah berbeda. Tanah udah cukup luas untuk dipandangi tanpa terhalang pepohonan. Dari situ terlihat hamparan rumput berwarna hijau muda banget, dengan tanaman perdu yang daun mudanya berwarna pink tua (gak tau namanya), so soft, so green, so beauty! ada juga kumpulan edelweis yang sayangnya belum berbunga musim ini :(
oke, masih ada pos 5, gue gak boleh patah semangat. Just keep walking, sayangnya kita sering ngelihat tulisan-tulisan vandal di beberapa sudut tempat, macam "SMK blabla was here" atau "i love you tumini" "sampai mati aku tetap cinta padamu" macam apa dah orang-orang yang nulis, like we proud like we care, kata sentot.
Sampai pos 5 rame banget, ada kolam kecil macem air suci gitu deh, tapi kita lewat aja sambil saling sapa antar pendaki yang ditemuin. Dari sini tugu puncak udah keliatan.. jalan, jalan, dan jalaaan, apapun yang terjadi tetap jalaaaaan.. dengan tenaga di ambang batas
puncak semakin dekat dan yeah, pukul 15.45 (sekitar 8 jam pendakian) gue pun merasakan sensasi muncak untuk yang pertama kalinya. Capek iya, seneng pasti. gila, sedikit sih. Dari tugu gue bisa ngeliat awan geraknya cepet banget, angin juga kenceng. Di situ kita berleha-leha sejenak, mekan cemilan yg ditawarin pendaki lain dan tanpa tahu malu kita ambil banyak2. Foto pasti tak terlewatkan.
Ada 2 orang yang harus pulang ke jogja hari itu juga karena ada kepentingan hari minggunya. Jadi cuma setengah jam kita di puncak, terus langsung turun lagi menuju pos 3.
Untuk turun, sejuta kali lebih menyenangkan ketimbang naiknya. Dan begitulah kisah saya memuncak, untuk selanjutnya sampe pos 3, ngecamp dan esok paginya gue turun dengan berbahagia.
mission acomplished :D
what next?
Hidup memang pilihan
Karena pertama muncak, jadi mohon maaf kalo ceritanya agak-agak norak. Apalagi kalo yg baca udah expert, hampir semua gunung dan samudera di seluruh penjuru negeri telah ditaklukkan.
Muncak yang pertama kali memang banyak resiko. Pusing lah, mual lah, mencret lah (yg terakhir boong). Gunung lawu pula. Kata orang buat pemula2 tu mestinya macam merbabu merapi. Tapi tenang, tenang. saya pernah kok muncak tangkuban perahu dalam rangka dharma wisata bareng keluarga besar rombongan 2 mobil.
zzzzz
Berangkat dari Jogja jam 8 malem, sampe basecamp jam 12 malem. Barulah besok paginya jam 8 pagi kita cabut. Gue bersama teman2 yang setidaknya udah pernah ngerasain muncak. Jadi hanya gue seorang, yang belum tahu suka dukanya naik gunung. Jadilah gue seorang yang rasa-rasanya ngeliat puncak seolah lebih tinggi dari matahari. Jadilah gue seorang, yang begitu memperlambat laju pendakian kami berdelapan. Seandainya kita binatang melata, maka ada 7 ekor cicak dan seekor siput jalan berbarengan.
anyway, anyhow, jalan ke puncak rasanya hidup segan mati pun tak mau. Padahal gue udah dipinjemin sepatu canggih khusus traking punya si almi. Namun apadaya kaki sang peminjam belum cukup jam terbang buat melangkahi terjalnya bebatuan lawu.
Yakinlah, rupa saya saat itu sudah tak jelas bentuknya. Begitu baiknya teman-teman gue yang terus-terusan memberi semangat. Yang mau mengimbangi jalan si siput yang cuma setengah meter per sekon ini. Rasa-rasanya ucapan maaf pun tak cukup membalas budi kalian ini :') (apapula bahasa saya ini)
Jalur pendakian lawu seluruhnya (dari basecamp cemoro sewu hingga puncak) bebatuan. Bayangpun, begitu kerasnya jalan yang mesti dipijak.
Akhirnya pos 1, pos 2, dan pos 3 sanggup gue singgahi. Di pos 3, kita memutuskan nge-dome (ngecamp). Kita diriin tenda dulu disitu, barulah nerusin ke puncak lagi tanpa membawa beban terlalu berat. Barang yang sekiranya bisa ditinggal di tenda pun nggak kita bawa muncak. Masih ada pos 5 dan setelah itu sampai ke puncak. Tapi melihat jalan semakin terjal, gue agak lemes. Tuh bebatuan minta ditampar, pake zigzag segala pula jalurnya. Intensitas istirahat pun semakin sering. Sampai pos 4 pemandangan udah berbeda. Tanah udah cukup luas untuk dipandangi tanpa terhalang pepohonan. Dari situ terlihat hamparan rumput berwarna hijau muda banget, dengan tanaman perdu yang daun mudanya berwarna pink tua (gak tau namanya), so soft, so green, so beauty! ada juga kumpulan edelweis yang sayangnya belum berbunga musim ini :(
oke, masih ada pos 5, gue gak boleh patah semangat. Just keep walking, sayangnya kita sering ngelihat tulisan-tulisan vandal di beberapa sudut tempat, macam "SMK blabla was here" atau "i love you tumini" "sampai mati aku tetap cinta padamu" macam apa dah orang-orang yang nulis, like we proud like we care, kata sentot.
Sampai pos 5 rame banget, ada kolam kecil macem air suci gitu deh, tapi kita lewat aja sambil saling sapa antar pendaki yang ditemuin. Dari sini tugu puncak udah keliatan.. jalan, jalan, dan jalaaan, apapun yang terjadi tetap jalaaaaan.. dengan tenaga di ambang batas
puncak semakin dekat dan yeah, pukul 15.45 (sekitar 8 jam pendakian) gue pun merasakan sensasi muncak untuk yang pertama kalinya. Capek iya, seneng pasti. gila, sedikit sih. Dari tugu gue bisa ngeliat awan geraknya cepet banget, angin juga kenceng. Di situ kita berleha-leha sejenak, mekan cemilan yg ditawarin pendaki lain dan tanpa tahu malu kita ambil banyak2. Foto pasti tak terlewatkan.
Ada 2 orang yang harus pulang ke jogja hari itu juga karena ada kepentingan hari minggunya. Jadi cuma setengah jam kita di puncak, terus langsung turun lagi menuju pos 3.
Untuk turun, sejuta kali lebih menyenangkan ketimbang naiknya. Dan begitulah kisah saya memuncak, untuk selanjutnya sampe pos 3, ngecamp dan esok paginya gue turun dengan berbahagia.
mission acomplished :D
what next?
Senin, Februari 14
Hanya Jenuh
One of you guys, has ever told me : ada saatnya kalian merasa jenuh (entah mengapa) kepada kami. I might be too early. Tahu apa saya soal jenuh? but yes, there's nothing words i can say but jenuh. Ask me why, my answer: i don't know.
It's just two months, i firstly joined on this great club. And i've gained so much great experiences. ini cuma jenuh, it doesn't mean i don't like this.
Let me take my time, to breath, to keep away from terrible cigarette smoke, from people who didn't actually pay attention to me (yes, i know i don't have so much contributions)
that was all my conscience,
never mind,
It's just two months, i firstly joined on this great club. And i've gained so much great experiences. ini cuma jenuh, it doesn't mean i don't like this.
Let me take my time, to breath, to keep away from terrible cigarette smoke, from people who didn't actually pay attention to me (yes, i know i don't have so much contributions)
that was all my conscience,
never mind,
Kamis, Februari 10
finally.... ip keluar
jeng jeng jeeng
sayangnya masih sementara sih, kurang satu matkul belum keluar nilainya (UGM lambret nih ternyata)
tapi oh tapi udah lumayan ipnya. Ga bakal gue sebut juga sih. Pokoknya sejauh ini mencapai target. tinggal berdoa satu matkul yg belom bisa dapet A karena kalau B, bisa turun ipnya :(. matkul yg abstrak ini, yang kuliahnya maen2 doang, gunting tempel kertas warna, nyaris kayak anak tk. ternyata dosen kadang sadis juga kasih nilai. karena estetika dasar ternyata punya sejuta teori kawan, tentang balance asimetris nonfiguratif unity harmony simplicity syalalala. ayolah bu niaaa, give me A!
masalah pasword portal udah beres, ternyata gampang juga ngurusinnya. gue kira bakal ribet dilempar ke mana2. Tinggal datang ke direktorat akademik, lapor, ngasih KTM, nunggu ga sampe 10 menit, taraaaa... dapatlah saya password yg baru
diliat2 ga meaning banget dah postingan2 gue
gak penulis banget
nantilah kapan2 saya post tulisan bermanfaat
cheer up!
jeng jeng jeeng
sayangnya masih sementara sih, kurang satu matkul belum keluar nilainya (UGM lambret nih ternyata)
tapi oh tapi udah lumayan ipnya. Ga bakal gue sebut juga sih. Pokoknya sejauh ini mencapai target. tinggal berdoa satu matkul yg belom bisa dapet A karena kalau B, bisa turun ipnya :(. matkul yg abstrak ini, yang kuliahnya maen2 doang, gunting tempel kertas warna, nyaris kayak anak tk. ternyata dosen kadang sadis juga kasih nilai. karena estetika dasar ternyata punya sejuta teori kawan, tentang balance asimetris nonfiguratif unity harmony simplicity syalalala. ayolah bu niaaa, give me A!
masalah pasword portal udah beres, ternyata gampang juga ngurusinnya. gue kira bakal ribet dilempar ke mana2. Tinggal datang ke direktorat akademik, lapor, ngasih KTM, nunggu ga sampe 10 menit, taraaaa... dapatlah saya password yg baru
diliat2 ga meaning banget dah postingan2 gue
gak penulis banget
nantilah kapan2 saya post tulisan bermanfaat
cheer up!
Kamis, Januari 27
Pesan si mbah
Ada catetan menarik dari salah seorang senior gue. Senior banget deh, makanya dipanggil mbah, mbah jarod.
Sebenernya ini pesen buat anak-anak satu bumi, tapi makna pesennya sih menurut gue global, ngena buat siapa aja terutama generasi sekarang. Yang hidup di jaman serba berteknologi.
so buat yg baca, ambil maknanya yaa
(ijin copas ya mbah)
Laptop berbicara seni?..tapi lebih baik kertas yang berbicara seni..:)
Laptop berbicara seni?..tapi lebih baik kertas yang berbicara seni..:)
oleh Jarody Hestu pada 19 Januari 2011 jam 0:30
Dear bray, yang selalu saja tetap ayu-ayu dan bagus-bagus di tengah aktivitas kalian di lembah code..:)
Just intermezzo saja. Kutulis di fesbuk dengan tag nama-nama kalian, yahh..berhubung sudah tak jaman lagi menulis di septictank yang tinggal kenangan masa lampau. (~nyindir pengurus yang tak juga nongol dengan janji septictank barunyah~) :p
Hmm, tanyalah topik apa yang kubicarakan..dan kujawab, ini tentang fotografi.
Adik-adikku (yahh, karena tentu saja yang ku-tag di note ini lebih muda dari aku)..sangat bodoh sekali jika aku membicarakan teknik fotografi di sini, karena tentu saja banyak sekali dewa-dewa fotografi di lembah Code yang mengintipku dari balik pintu dengan sinis..hihihi. Yang kubicarakan di sini adalah tentang...hmmm, begini saja..ini filsafat fotografi, bagaimana fotografi bisa "membuat kita berkeliling dunia". :)
Beberapa hari yang lalu aku iseng melihat puluhan album foto lama di lemari sekret kita. Ada sekitar 50-60 an album foto yang terbingkai semenjak 10-12 tahun yang lalu. Lucu, mengharukan, dan serasa ingin kembali kepada pendakian-pendakian masa lalu. Toh, mereka (kakak-kakakmu) yang ada di foto itu tentu saja sekarang autis dengan kesibukannya di meja proyek, laut, pertambangan ataupun merawat anak-anak mereka. Kembali mendaki bersama mereka tentu saja kini menjadi sesuatu yang fantastis untuk diwujudkan saat ini. Untukku dan selalu menjadi keinginanku mendaki bersama mereka kembali.
Lalu adakah yang salah dengan album-album foto itu. Gotcha..ada yang aneh, karena aku hanya dapat melihat petualangan di masa yang lalu. Tak dapat kulihat petualangan kita di masa sekarang. Melihat lagi album-album foto itu, tak ada album foto yang baru. Tak ada petualangan-petualangan kita di 2009 dan 2010. Hampir semua album adalah petualangan di bawah tahun 2008. Ahh, bosan tentu saja melihat tampang narkobis si Karat di situ, ataupun tampang kemanthil si Kampret, si gundul jon Gabot gajah bothak, tampang mesum Isnan pantat besar, si jail Nurcholis Dee, klan pemuja bulan dan kakak-kakakmu yang lain.
Lalu di album foto mana dapat kulihat tampang-tampang gaul adik-adikku yang sering berkeliaran di lembah Code sekarang ini ?
Pertanyaan yang retoris bukan, karena tentu saja kita semua setuju dengan sebuah jawaban, ...facebook.
Semua petualangan baru kita telah terapdet seketika di jaman facebook ini, dan memenuhi space di komputer sekret sebesar 18 GB (beberapa minggu yang lalu sebesar 24 GB, lalu saya perkecil size sebagian besar foto). Teknik fotografi digital benar-benar membuat pemuda-pemuda modern menjadi raja digital pula.
Lalu, di mana filsafatnya??
Fotografi klasik mempelajari penyajian fotografi dari mengambil gambar hingga menyajikan ke penikmat foto dalam bentuk cetakan kertas. Inilah..metamorfosa seperti inilah yang tetap harus dilalui seorang pemotret, pun kamera telah berganti digital. Cetaklah foto di atas kertas..karena seni sebenarnya seni akan terlihat di atas kertas. Tak mungkin kiranya seorang fotografer ulung menyelenggarakan pameran foto dengan ratusan laptop menyala di dinding pameran, bukan ratusan kertas. Ya, kecuali si fotografer adalah seniman gila dengan karya seni instalasi berjudul "Laptop Berbicara Seni".
Fotografi, "dari dunia mengajak kita berkeliling dunia"..lihatlah foto itu dik, begitu cantik bukan dan niscaya kau pasti ingin menginjak tempat itu. Fotografi menyampaikan pesan kepada mereka yang melihatnya dari atas kertas. Riuh orang, sendu alam, gembira nestapa segalanya ada.
Kau lihat foto Everest, dan semoga 25 tahun lagi kau mampu mendaki puncaknya. Fotografi menggoda kita untuk selalu berpetualangan, selalu mendaki gunung di usia mapan, selalu berani menjelajahi wilayah-wilayah yang belum tentu rimbanya. Dan seketika kau takjub bahwa di bingkai kertas album lusuh itu terkumpul foto bersama kita 20 tahun yang lalu hingga entah, lalu kau haru. Perasaan seperti itu hanya ada ketika kau melihat foto di bingkai kertas, bukan di monitor laptop.
Coba cerna kesimpulannya, maksudku sudah jelas kok..:)
Aku mengajak kita semua untuk kembali mengabadikan petualangan-petualangan kita. Berpetualanglah sebanyak-banyaknya dan jepretlah foto sebanyak-banyaknya, lalu cetak di atas kertas, kabarkan kepada dunia tentang petualangan kita.
Hehe, ngapunten bray..diriku hidup dari berpetualang, dan fotografi bersama tulisan adalah cara paling indah untuk menghargai petualangan-petualanganku..sampunn, pareng sedherek mawon, matur nuwunn :)
..kasihan sekali foto-foto itu merana di dalam laptop..
~ hestu
19 januari 2011
p.s. eh iya..sampai saat ini aku belum pernah sekalipun melihat foto-foto ekspedisi Leuser kita, yahh..aku tak menemukannya di lemari album sekret kita. :)
Selasa, Januari 25
when i'm talking about love
Being an 18'th girl wouldn't be far away with something called love.
Gue memang pernah punya rasa dengan seseorang (who doesn't?). Tapi gue nggak yakin kalo ini disebut cinta. because i used to be afraid if this feel would just disappear.
Apa cinta itu abadi?
Yang gue hindari sebenarnya adalah "ritual" dari hubungan itu sendiri. Being with him, just "two of us" is extremely not in my mind. Mungkin kalo konteksnya adalah teman, murni tanpa ada perasaan sama sekali, gak jadi masalah buat gue. Tapi kalau ada rasa, meski ada kesepakatan bahwa kami adalah teman, gue tetap merasa aneh.
Dengan adanya seseorang di hati kita, bukankah pasti ada suatu keharusan buat menjaga perasaan itu. Bagaimana jika perasaan itu hilang? salahkah orang yang nggak bisa menjaganya benar-benar?
gue memang pernah melakukan kesalahan, berjanji dengan seseorang bakal menjaga perasaan itu sampe kapanpun. but then i realize that was a big false. And i've apologized.
Gue selalu berpikiran, hubungan orang yang pacaran tuh nggak bakal lama. Pada akhirnya pasti bubar, apalagi buat yang berumur antara 16-20an tahun.
That's why, gue nggak pengen terlalu bermain main dengan cinta.
normalkah?
lalu darimana gue belajar cinta?
just let it flow. i believe in my heart. Mengikuti kata hati gue, senyaman mungkin.
that's all i call menjaga hati,
Gue memang bukan golongan cewek abege layaknya remaja-remaja which having a boyfriend is a must thing to do.
bukannya gue gak punya cinta, bukannya gue menghindari cinta, tapi untuk saat ini (entah untuk berapa tahun ke depan) rasanya lebih bahagia kalau gak ngurusin cinta.
gue percaya, jodoh nggak kemana.
nomatter what people said
i walk on my own way
just me being me
"Love is a temporary madness. It erupts like an earthquake and then subsides. And when it subsides you have to make a decision. You have to work out whether your roots have become so entwined together that it is inconceivable that you should ever part. Because this is what love is. Love is not breathlessness, it is not excitement, it is not the promulgation of promises of eternal passion. That is just being "in love" which any of us can convince ourselves we are. Love itself is what is left over when being in love has burned away, and this is both an art and a fortunate accident. Your mother and I had it, we had roots that grew towards each other underground, and when all the pretty blossoms had fallen from our branches we found that we were one tree and not two."
-St. Augustine
Senin, Januari 24
random
lupa.
gawat.
lupa.
gue lupa password login ke portal akademika.
gue gabisa liat nilai.
gue gabisa liat ip (emang belum).
gue gimana dong gue.
hadeeh
sebenernya gue ingat.
yakin bener dah tuh passwordnya.
tapi selalu gagal.
siapa? siapa?
siapa yang salah?
ah sudahlah, nanti diurus ke pengajaran.
gawat.
lupa.
gue lupa password login ke portal akademika.
gue gabisa liat nilai.
gue gabisa liat ip (emang belum).
gue gimana dong gue.
hadeeh
sebenernya gue ingat.
yakin bener dah tuh passwordnya.
tapi selalu gagal.
siapa? siapa?
siapa yang salah?
ah sudahlah, nanti diurus ke pengajaran.
Minggu, Januari 16
Ungaran, i'm not so in love
Dua kali gue kegiatan outdoor ke Ungaran. Dan gak pernah rasanya gue beruntung.
Oke, gue ikut mapalanya teknik UGM, satu bumi. Baru bulan Desember tanggal 3-7 gue ikut diksarnya. Dan itu di Ungaran. Memang sih, over all acaranya seru. Tadinya gue mau tulis cerita diksar dari berangkat sampe pulang, cuma males karena udah lama jadi ga dapet feel nulisnya lagi. Jadi gue cerita yang sialnya saja. 4 hari 4 malam gue gak mandi, jalan di hutan, push up sit up, kotor, lecet, kena marah, dan hal tidak-mengenakkan lainnya gue rasakan bersama 14 peserta lain. Ya semua peserta pasti ngerasain hal yang samalah. Cuma ada satu hal yang bikin gue lebih sial daripada 14 orang itu. Gue jatuh ke jurang. Gue gak tau berapa dalemnya gue jatuh, kata temen yang liat 20 meteran. Cuma setiap gue cerita ke orang cuma bilang 15 meter karena mereka ga banyak yang percaya (oke, gue sebel sama orang2 yang gak percaya tingginya jurang tempat gue jatuh). Entah berapapun itu tingginya, gue ga bohong itu dalem banget. Gue jatuh karena akar pohon yang gue pegang pas melipir curaman patah. Tiba- tiba gue ga bisa meraih apa yang bisa gue pegang lagi, dan merosot ke bawah. Gue kira gue jatuh biasa. Ga dalem2 amat. Pas gue kaget kepala kebentur sesuatu gue sadar kalo gue guling-guling di batuan lapuk. Dan itu rasanya lama, gak selesai-selasai. Yang ada dalem pikiran gue waktu itu cuma ‘oo.. gini ya rasanya jatuh, akhirnya gue ngerasain juga’ gue cuma berharap gue cepet2 nyantol dimana gitu. dan akhirnya gue nyantol beneran di jendolan tanah yang agak berumput. Posisi tengkurap dengan tas carrier 60 liter masih di punggung. Pertama-tama gue bersyukur udah berhenti. Ugh, masih hidupkah gue. Agak merayap ke tengah2 tanahnya terus gue lepasin tas 5 kiloan itu dari punggung. Duduk, dan melihat sekeliling apakah mata gue masih normal. Ternyata gue masih bisa lihat pemandangan sekitar, masih mendengar orang-orang teriak manggil nama gue dari atas, masih bisa denger suara sungai di bawah. Baru gue mengingat-ngingat barusan gue kenapa, takut2 kalo amnesia. Terus gue meriksa badan gue, ternyata gak hancur2 amat dan cuma benjol di pelipis kanan dan dagu. Lutut dan tangan lecet2 dikit sampe celana gue sobek di lutut kiri. Alhamdulillah gue masih hidup. Barulah gue menyahut orang2 di atas. Tak lama bantuan datang. Dua pemandu lapangan kelompok gue dateng agak susah payah dari atas karena medan benar2 terjal. Gue baru sadar pelipis berdarah dan langsung diobatin. Karena kondisi masih memungkinkan buat jalan, akhirnya gue jalan naik ke arah atas dengan penuh perjuangan, dibantu du pemandu lapangan itu tentunya.
Kedua, baru kemarin, tanggal 14-15 Januari gue ke Ungaran lagi buat simulasi SAR dan Vertikal Rescue. Kali ini lebih nyantai gak semenegangkan pas diksar. Naik motor ke sana dan gue diboncengin sama si koyot pake motor gue (awal kesialan). pas gue tahu bakal diboncengin si koyot gue udah ada pikiran was-was bakal ada kenapa2. Berangkat bareng-bareng jam 7 malem. rombongan gitu deh kita berangkat bareng2 pake 12 motor. Pas udah nyempe ungarannya jalan mulai agak terjal berbatu. Nah loh, gue udah deg-degan aja si koyot goyang2 naik motor. mana kakinya gak bener2 nyampe tanah lagi. gue cuma nguatirin motornya, takut rusak euy.eh pas di batu2 gitu beneran deh koyot gak bisa seimbangin motornya dan jatuh. cuma gak kenapanapa sih. motornya juga aman. akhirnya lanjut dan sampe basecamp.
Nah pas pulangnya ini gue jatuh lagi. dasar koyot ga bener bgt naik motornya. Pas turun, gue bener2 kuatir si koyot kagak bisa seimbang, dan kaki gak bisa nyagak. Pas di tikungan sampingnya jurang pula tiba-tiba motor keluar jalur aja, miring2 lagi (gue tkut jatuh ke jurang kedua kalinya). Gak sampe jatuh di jurang sih, cuma jatuh pas di tikungannya itu. Kali ini motornya cacat. Penutup bagian starternya copot dan jadi agak kendor. Sial tuh koyot. Padahal gue bener2 ati2 jaga motornya eh jatuh juga akhirnya :(. Dan koyot pun menyerah, baguslah, akhirnya gue diboncengin sama yang lain. Pulang juga sampe jogja.
Lain kali gue mikir2 lagi deh kalo ada outdoor di Ungaran lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)






