Dan seringkali 'bakal' tulisan saya beberapa berakhir hanya untuk terkubur di draft. Entah itu cuma setengah jadi -lalu hilang mood melanjutkan. Atau udah jadi tapi nggak sempet dipublish dan akhinya lupa. Padahal banyak cerita-cerita (umumnya bertema traveling) yang nggak sempat terpublish.
Daripada daripada, mending saya nulis something nih tentang serial novel SUPERNOVA
Novel super cool, saya ngikutin dari yang pertama Supernova: Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh sampe yang baru keluar (keempat) supernova: Partikel. And i'm dying to read the fifth and sixth, tapi mesti sabar karena belum keluar.
Awalnya baca yang seri pertama tuh tahun lalu (2011). padahal novelnya udah terbit tahun 2001. Waktu itu lagi nemenin mbak sepupu ke rental komik dia mau pinjem komik sekalian aja saya pinjem bacaan, dan terpilihlan Supernova: Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh. Eh kok bagus, pengen pinjem lanjutannya lagi tapi nggak sempet-sempet mampir ke rental itu lagi. Dan karena sedang berpikiran ekonomis -nggak mungkin beli novelnya- (mungkin lagi kere waktu itu) kenapa nggak cari e-book nya aja terus download. Cari-cari di internet ternyata nemu, langsung didownload lah tuh dua seri Supernova: Akar & Supernova: Petir. Belum kebayang aja kalo baca di laptop tuh lebih nggak enak ketimbang baca di buku. Tapi toh saya terhanyut juga sama dua novel ini meski bacanya sambil mantengin laptop berjam-jam.
Terus Dewi Lestari ngerilis lanjutannya tahun ini, Supernova: Partikel. jaraknya jauh banget sama tiga novel sebelumnya, tapi masih nggak menghilangkan esensi kisah supernova (yaiyalah) dan bahkan makin bagus di seri Partikel ini. Kalo yang tiga novel sebelumnya saya nggak bermodal, yang keempat ini saya bela belain beli loh. Harga asli Rp 79.000,00 tapi dapet diskon jadi Rp 63.000,00 mayan lah. Tadinya mau patungan sama temen, tapi karena bener-bener nggak sabar pas mampir Toga Mas langsung nyamber Partikel dan bayar.
ini cover seri terbarunya, lebih simple
Dari empat novel, Partikel yang paling bagus. Suer. Ceritanya sangat 'berbobot'. Ngak menye-menye (?). Sok aja di googling deskripsi singkat ceritanya. Tapi tokoh favorit saya tetep si Elektra Wijaya di Supernova: Petir gimana kisah hidupnya sama si Watti. Kalo yang seri pertama masih terlalu 'maksa'. Jadi repot karena mesti baca footnote buat beberapa istilah asing. Yang kedua (akar) mulai asik karena settingnya ada di beberapa negara ASEAN.
yaudahlah
Salut sama Dewi Lestari, ditunggu aja dua seri lanjutannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayo sini dikomen dikomeen :)