Mengapa saya begitu kacau akhir-akhir ini
kamar yang selalu berantakan
dosen yang kadang terlalu merdu bernyanyi, bikin saya ngantuk di kelas
organisasi yang kadang terlalu menyita waktu
kosan yang belum saya bayar bulan ini
rambut yang lepek, lupa keramas
Al-qur'an yang jarang saya sentuh
novel yang beru seperempat dibaca, lalu terabaikan
tangan yang tiba-tiba tidak lihai menggambar
tugas kelompok yang tidak becus saya pimpin
teman kosan yang jarang saya sapa
teman lama yang jarang saya sapa juga
motor yang sudah sangat kotor, lupa dicuci
baju kotor yang terlalu numpuk
galau?
ada apa dengan kata-kata galau?
mengapa 'galau' menjadi suatu konotasi yang maknanya 'menggelikan'?
mengapa 'galau' sering menjadi kata 'ejekan' kepada yang sedang bermuram durja?
sehingga makna : "kamu lagi sedih ya?" menjadi berbeda jika diubah : "kamu lagi galau ya?"
atau itu semua hanya persepsiku saja?
lalu mana yang benar?
mungkin saya terlalu lelah
mungkin saya terlalu bahagia menjadi pecundang
mungkin saya terlalu malas mencuci baju
mungkin saya lebih malas lagi melaundry baju
mungkin saya mendapat karma
mungkin saya mungkin saya terlalu cuek menjadi manusia
mungkin saya tidak setegar orang-orang
mungkin saya jarang membaca Qur'an
mungkin saya terlalu enggan mengambil sapu untuk menyingkirkan debu-debu lantai kamar
mungkin saya terlalu pesimis
mungkin saya melupakan pensil warna dan kertas gambar
mungkin saya terlalu lemah
mungkin saya masih ada hutang
mungkin saya terlalu memendamnya sendiri
mungkin saya terlalu aneh
mungkin tugas kuliah terlalu banyak
mungkin terlalu banyak pikiran yang campur aduk menjadi air mata
mungkin saya terlalu menyebalkan bagi alam semesta
mungkin saya terlalu jauh dengan-Mu
dan mungkin-mungkin lainnya
readers, jangan ambil hati
maaf ya kalo jadi nyebarin aura negatif
:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|:|
Jumat, Oktober 14
Rabu, September 28
Tuhan salahkah saya?
WHY DON'T YOU STOP BOTHERING MY LIFE?
coz my sin would be increased day by day by hating you
and you're still stubborn
if you know that my tears have fallen
if you know that i'll make long distance from you, when you stay that way
:'(
Sabtu, September 24
Mekanika teknik, bintang dan laut
Jadi waktu saya nulis cerita ini sekitar tiga bulan yang lalu. Kira2 udah nulis 75%. Terhenti di tengah jalan dan berujung tidak jadi diposting. Lalu saya tiba-tiba menemukannya kembali dan menyayangkan kalau-kalau saya hanya menyimpannya (padahal bahasanya diniatkan untuk dipost :p). So saya lanjutkan ceritanya dan baru saya post sekarang.... enjoy!
Namanya pantai pribadi (actually it has no name), mungkin karena lebarnya yang secuil dan dibatasin karang tinggi di sisi kanan kirinya. Pantainya bersih, pasir putih, and seems like no one own this place. Jadi berasa terdampar di sebuah pulau saking sepinya. Untuk masuk ke pantai medan yang ditempuh amat terjal. Entrancenya tersembunyi di antara semak semak.
Saya berada dalam pilihan sulit (halah) waktu diajak "ke pantai yuk!"
berangkat sabtu pulang minggu dan senin ada UAS mekanika teknik yang super absurd. Dari awal semester pun saya berencana belajar buat uas mektek jauh jauh hari sebelumnya.
Saya nolak awalnya "nggak mau, pokoknya aku mau belajar mektek hari sabtu minggu"
"ayolaah, belajar di sana kan bisa juga, ntar kuajarin deeh, pantainya bagus banget lho, ntar kamu nyesel gak ikut, kapan lagi kesempatan ke pantai bagus kayk gini, bla bla bla" mbak wie yg keukeuh banget ngajakin.
Dan saya pun luluh, sabtu siang, saya langsung cari-cari bahan mektek ke temen dan motokopi, packing kilat dan sorenya berangkat juga.
Lokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta. Transport pake motor, recommend pake mobil jip oke juga sih. Saya agak lupa jalannya, tapi pas nyampe gak ada tanda2 bahwa di situ ada pantai. Parkir di samping semak-semak yang tanahnya lumayan rata, habis itu nyari jalur tracking yang cukup sulit juga ngelihat bahwa itu adalah jalur karena tertutup semak-semak dan tetumbuhan. Sya dan rombongan sempat nyasar karena salah ambil jalur. Maklum dateng pas hari udah gelap, sampe mesti nebas pake parang karena jalur yang diingat salah satu kawan udah ketutup tumbuhan. Karena takut nyasar lebih jauh, kita balik ke tempat parkir dan nyari lahan bagus buat ngecamp. akhirnya nemu tempat di tepi jurang buat camp. Dari situ pemandangan malam bagus banget. Bisa ngeliat bintang banyaaaak banget. Saya sempet liat bintang jatuh 2 kali. dari situ juga kedengeran suara air laut menghantam karang yang ada di bawah. Karena masih gelap jadi belum keliatan banget pemandangan lautnya, tapi worth it banget belajar mektek di bawah ribuan bintang hehe. jadi kalo lagi bosen tinggal liat ke atas, lanjut belajar lagi. Si mbak wie juga bawa radio kecil yang bisa jadi mp4. Yang lain main kartu, saya belajar pake headlamp, plus musik dan bintang.
Jam 1 tidur, bangun jam 5. Dan keluar dome, baru keliatan bahwa kita ngecamp di tepi jurang yang bawahnya laut uwooow. Lanjut masak air, minum hot cocoa dan sarapan roti. Baru keliatan ada beberapa orang mancing ikan semalem, di karang seberang. Karena tujuannya adalah pantai pribadi, kita balik lagi ke parkiran kemarin dan nyari jalur lagi. Nebas taneman lagi, dan nemulah jalur benernya. Untuk sampai ke pantai harus traking sekitar 20 menitan, di tengah jalan nemu pohon kelapa, ngambil 2 buah dan lanjut jalan ke pantai.
And we finally found that amazing place, pantainya benar2 bagus, kelihatan alami. Ada gua kecil tempat berteduh di karangnya. ada tebing buat yang mau manjat, ada karang. Ada anemon, ikan kecil, kerang, umang-umang, ophiuroidea (bener gak tulisannya). Saya nyari kerang kecil2 buat di masak.
Sambil nunggu yang lain masak dan manjat saya belajar lagi, beralaskan ponco, menghadap laut, di bawah cekungan tebing saya pun membuka lagi halaman kertas-kertas mektek. Saya peserta ujian mektek paling beruntung pagi itu.
Tapi di situ gak ada sumber air bersih lhoo, jadi mesti bawa air sendiri. dan untuk buang airnya sih, no comment lah hehe.
Akhirnya karena mati gaya mau ngapain lagi di situ kita pulang siang. Sampai kampus sore, dan i was a lil' bit panic seeing my arch friends ngumpul di kpft belajr mektek bareng. Dan saya merasa ketinggalan mereka sampe mana belajar. Untung masih sempet nanya-nanya dikit. sebelum mereka pada bubar. Lumayanlah, saya cukup bisa mengejar ketertinggalan dan merasa berada di pihak yang "sama kemampuannya" dengan teman-teman. Tinggal menunggu hari esok.
Namanya pantai pribadi (actually it has no name), mungkin karena lebarnya yang secuil dan dibatasin karang tinggi di sisi kanan kirinya. Pantainya bersih, pasir putih, and seems like no one own this place. Jadi berasa terdampar di sebuah pulau saking sepinya. Untuk masuk ke pantai medan yang ditempuh amat terjal. Entrancenya tersembunyi di antara semak semak.
Saya berada dalam pilihan sulit (halah) waktu diajak "ke pantai yuk!"
berangkat sabtu pulang minggu dan senin ada UAS mekanika teknik yang super absurd. Dari awal semester pun saya berencana belajar buat uas mektek jauh jauh hari sebelumnya.
Saya nolak awalnya "nggak mau, pokoknya aku mau belajar mektek hari sabtu minggu"
"ayolaah, belajar di sana kan bisa juga, ntar kuajarin deeh, pantainya bagus banget lho, ntar kamu nyesel gak ikut, kapan lagi kesempatan ke pantai bagus kayk gini, bla bla bla" mbak wie yg keukeuh banget ngajakin.
Dan saya pun luluh, sabtu siang, saya langsung cari-cari bahan mektek ke temen dan motokopi, packing kilat dan sorenya berangkat juga.
Lokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta. Transport pake motor, recommend pake mobil jip oke juga sih. Saya agak lupa jalannya, tapi pas nyampe gak ada tanda2 bahwa di situ ada pantai. Parkir di samping semak-semak yang tanahnya lumayan rata, habis itu nyari jalur tracking yang cukup sulit juga ngelihat bahwa itu adalah jalur karena tertutup semak-semak dan tetumbuhan. Sya dan rombongan sempat nyasar karena salah ambil jalur. Maklum dateng pas hari udah gelap, sampe mesti nebas pake parang karena jalur yang diingat salah satu kawan udah ketutup tumbuhan. Karena takut nyasar lebih jauh, kita balik ke tempat parkir dan nyari lahan bagus buat ngecamp. akhirnya nemu tempat di tepi jurang buat camp. Dari situ pemandangan malam bagus banget. Bisa ngeliat bintang banyaaaak banget. Saya sempet liat bintang jatuh 2 kali. dari situ juga kedengeran suara air laut menghantam karang yang ada di bawah. Karena masih gelap jadi belum keliatan banget pemandangan lautnya, tapi worth it banget belajar mektek di bawah ribuan bintang hehe. jadi kalo lagi bosen tinggal liat ke atas, lanjut belajar lagi. Si mbak wie juga bawa radio kecil yang bisa jadi mp4. Yang lain main kartu, saya belajar pake headlamp, plus musik dan bintang.
Jam 1 tidur, bangun jam 5. Dan keluar dome, baru keliatan bahwa kita ngecamp di tepi jurang yang bawahnya laut uwooow. Lanjut masak air, minum hot cocoa dan sarapan roti. Baru keliatan ada beberapa orang mancing ikan semalem, di karang seberang. Karena tujuannya adalah pantai pribadi, kita balik lagi ke parkiran kemarin dan nyari jalur lagi. Nebas taneman lagi, dan nemulah jalur benernya. Untuk sampai ke pantai harus traking sekitar 20 menitan, di tengah jalan nemu pohon kelapa, ngambil 2 buah dan lanjut jalan ke pantai.
And we finally found that amazing place, pantainya benar2 bagus, kelihatan alami. Ada gua kecil tempat berteduh di karangnya. ada tebing buat yang mau manjat, ada karang. Ada anemon, ikan kecil, kerang, umang-umang, ophiuroidea (bener gak tulisannya). Saya nyari kerang kecil2 buat di masak.
Sambil nunggu yang lain masak dan manjat saya belajar lagi, beralaskan ponco, menghadap laut, di bawah cekungan tebing saya pun membuka lagi halaman kertas-kertas mektek. Saya peserta ujian mektek paling beruntung pagi itu.
Tapi di situ gak ada sumber air bersih lhoo, jadi mesti bawa air sendiri. dan untuk buang airnya sih, no comment lah hehe.
Akhirnya karena mati gaya mau ngapain lagi di situ kita pulang siang. Sampai kampus sore, dan i was a lil' bit panic seeing my arch friends ngumpul di kpft belajr mektek bareng. Dan saya merasa ketinggalan mereka sampe mana belajar. Untung masih sempet nanya-nanya dikit. sebelum mereka pada bubar. Lumayanlah, saya cukup bisa mengejar ketertinggalan dan merasa berada di pihak yang "sama kemampuannya" dengan teman-teman. Tinggal menunggu hari esok.
Jumat, September 2
The Messenger
I've read this one:

On this holiday, i found that my father was reading this book. He left it on his bed so i decided to read it as well.
Judulnya MUHAMMAD, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik karangan Martin Lings. Kadang ayah saya sedang tidak membacanya dan pada kesempatan itulah saya sempatkan membaca.
Saya memang telah mempelajari sejarah tentang Nabi sejak bangku SD kelas 5 (kalo nggak salah). Namun saya merasa belum benar-benar mengenal beliau seperti yang seharusnya, mengingat telah belajar selama itu.
Kadang saya berpikir, kenapa saya nggak ngerasain "cinta" terhadap beliau seperti yang diperintahkan dalam Al-quran dan Hadits. Dan saya yakin banyak juga yang ngerasain hal sama. Mungkin pengetahuan saya yang kurang, atau saya yang selalu meremehkan pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), atau saya yang belum dapet hidayah, naudzubillah. Sehingga rasanya mencintai Rasulullah SAW hanya sekedar 'ya, saya cinta beliau karena orang tua dan guru saya menyuruh demikian' padahal hati belum benar-benar merasakan.
But reading this book, i think, make me more figure out about the best person in the world. Wich deserves to be loved more than anyone else. Even your parents or sister.
Mungkin saya banyak melupakan pelajaran SKI, terutama kisah hidup Rasulullah SAW. Sehingga saya ingin mendalaminya lagi. Lebih memahami karakter Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu saya akan lebih paham mengapa saya harus mencintai beliau. Mengirimkan sholawat dan salam kepada beliau dan para sahabatnya.
Maybe it's to late for me to do this, But i try to do something better (apalagi habis lebaran). Dan kita tidak akan pernah tahu kapan kematian datang, juga hari kiamat.
Mengenai buku ini, (saya kutip dari bagian belakang buku):
Nah, bagian favorit saya saat masa perang. Bagaimana perjuangan beliau melawan pasukan kafir Quraisy pada perang Badr. Pasukan Muslim saat itu mendapat bala bantuan dari malaikat Jibril dan pasukannya. Membuat pasukan kafir Quraisy kalang kabut mendapat serangan 'ghaib'.
Juga kisah-kisah lainnya yang patut dibaca. Dan diteladani. Maka dari itu wahai anak muda nggak ada salahnya kok baca buku ini. InsyaAllah manfaat :) sebelum terlambat (lho?).

On this holiday, i found that my father was reading this book. He left it on his bed so i decided to read it as well.
Judulnya MUHAMMAD, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik karangan Martin Lings. Kadang ayah saya sedang tidak membacanya dan pada kesempatan itulah saya sempatkan membaca.
Saya memang telah mempelajari sejarah tentang Nabi sejak bangku SD kelas 5 (kalo nggak salah). Namun saya merasa belum benar-benar mengenal beliau seperti yang seharusnya, mengingat telah belajar selama itu.
Kadang saya berpikir, kenapa saya nggak ngerasain "cinta" terhadap beliau seperti yang diperintahkan dalam Al-quran dan Hadits. Dan saya yakin banyak juga yang ngerasain hal sama. Mungkin pengetahuan saya yang kurang, atau saya yang selalu meremehkan pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), atau saya yang belum dapet hidayah, naudzubillah. Sehingga rasanya mencintai Rasulullah SAW hanya sekedar 'ya, saya cinta beliau karena orang tua dan guru saya menyuruh demikian' padahal hati belum benar-benar merasakan.
But reading this book, i think, make me more figure out about the best person in the world. Wich deserves to be loved more than anyone else. Even your parents or sister.
Mungkin saya banyak melupakan pelajaran SKI, terutama kisah hidup Rasulullah SAW. Sehingga saya ingin mendalaminya lagi. Lebih memahami karakter Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu saya akan lebih paham mengapa saya harus mencintai beliau. Mengirimkan sholawat dan salam kepada beliau dan para sahabatnya.
Maybe it's to late for me to do this, But i try to do something better (apalagi habis lebaran). Dan kita tidak akan pernah tahu kapan kematian datang, juga hari kiamat.
Mengenai buku ini, (saya kutip dari bagian belakang buku):
Martin Lings mampu menghadirkan kesederhanaan maupun keagungan cerita. Karena itu, Muhammad dapat dibaca dengan sama nikmatnya baik oleh mereka yang sudah akrab dengan biografi Nabi maupun para "pendatang baru" yang membacanya untuk pertama kali.
Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahun 1983. Sejak itu karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu, dan sekarang, Indonesia. Pada 1990, setelah buku ini berhasil mencuri perhatian Universitas al-Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Hosni Mubarak.
Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahun 1983. Sejak itu karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu, dan sekarang, Indonesia. Pada 1990, setelah buku ini berhasil mencuri perhatian Universitas al-Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Hosni Mubarak.
Nah, bagian favorit saya saat masa perang. Bagaimana perjuangan beliau melawan pasukan kafir Quraisy pada perang Badr. Pasukan Muslim saat itu mendapat bala bantuan dari malaikat Jibril dan pasukannya. Membuat pasukan kafir Quraisy kalang kabut mendapat serangan 'ghaib'.
Juga kisah-kisah lainnya yang patut dibaca. Dan diteladani. Maka dari itu wahai anak muda nggak ada salahnya kok baca buku ini. InsyaAllah manfaat :) sebelum terlambat (lho?).
Kamis, Agustus 4
Senin, Juni 27
let your self GO!
Selama ini pergi ke luar pulau Jawa cuma jadi angan-angan (celiah).Biasa, belum cukup kesempatan dan (tentunya) duit buat sekedar liburan ke Bali kek, Lombok kek, yang keren-keren itu lah. Tapi siapa sangka, akhirnya datang juga kesempatan buat mencicip udara luar Jawa. Masih sebagai rencana sih, tapi InsyaAllah bakal berangkat tanggal 8 Juli besok cihuy :D
Ini bukan sekedar having fun jalan-jalan buang duit, tapi ini adalah serangkaian acara Swadaya V (macam tahap akhir buat dilantik jadi anggota penuh satubumi)
Jadi awal Juli gue bakal terdampar di Sulawesi Selatan selama kurang lebih tiga minggu. Ngapain aja? gue juga gak kebayang bakal lama banget. But there's so much things to do, jadi tema acaranya adalah ekspedisi sulawesi selatan. Ada 4 divisi: gunung hutan, caving, panjat, dan rafting. Saya masuk yg caving, jadi tugasnya adalah ekspedisi telusur goa, tepatnya di kompleks kars maros sulsel. Masing masing divisi berekspedisi sesuai bidangnya masing-masing selama seminggu pertama di sana, habis ekspedisi ngumpul lagi buat acara sosmasnya: sosialisasi kompos dan penelitian di suku kajang, Sulawesi Selatan selama 10 hari. Pulang pergi total butuh waktu 6 hari, wow!
Rencana berangkat 8 Juli pulangnya 30 Juli. Alhamdulillahnya gue bisa berangkat dgn biaya sendiri hasil nge-part time jadi maketer di tempat senior.
Yoaay, dan wish me luck there everybody :)
kalo ntar niat sih, bakal ditulis di blog hasil sebulan di sana.
Minggu, Mei 22
A Tiring Month
Ketika semuanya menjadi urusan
dan kamu harus memikirkannya dalam waktu bersamaan
hingga pada suatu titik otakmu membuncah
penat dan tak ingin peduli
~Mei, bulan yg melelahkan
Ya Allah mudahkanlah segala urusanku
dan kamu harus memikirkannya dalam waktu bersamaan
hingga pada suatu titik otakmu membuncah
penat dan tak ingin peduli
~Mei, bulan yg melelahkan
Ya Allah mudahkanlah segala urusanku
Langganan:
Postingan (Atom)