Awal pekan terakhir di tempat
KKN, lebih banyak menganggur karena hampir semua program telah selesai. Ya,
menganggur seperti sekarang ini. Saya bisa saja langsung pulang ke Jogja meski
toh sama-sama menganggur juga. Tapi saya juga malas ke Jogja. Padahal tingkat
pengangguran di jogja akan lebih berkurang dengan banyak hal-hal yang bisa
dikerjakan. Tapi saya tetap malas. Tulisan ini juga malas. Saya juga tidak
sedang akan mencertiakan mengenai KKN saya di Pengasih yang hampir kelar ini.
Oh ya, satu lagi, kemalasan juga hinggap pada pengerjaan praTA saya. Untung
dapet dosen yang selow, tenang, saya sudah meminta izin beliau bahwa saya
sedang KKN. Jadi tidak perlu dikhawatirkan untuk saat ini. Untuk apa khawatir?
Belakangan, karena efek
menganggur di tempat KKN. Oh ya, sebagai catatan, sebetulnya saya tidak
menganggur-nganggur amat. Ada proyek bikin peta dan desain taman dusun. Tapi
karena malas, saya lebih memilih menganggur sejenak dan berniat mengerjakan
nanti di hari-hari menjelang perpisahan. Lanjut, karena efek “menganggur”, saya
lebih sering berada di dalam dunia pikiran saya. Saya menemukan kegiatan:
flashback peristiwa lampau. Contohnya, saya mencoba mengingat-ngingat kembali
apa yang dilakukan ketika ospek fakultas 4 tahun lalu, dimulai hari pertama saya
bertemu teman-teman baru sampai berpisah. Setiap detailnya saya mencoba ingat.
Lalu saya menjadi bertanya-tanya, sekarang kemana mereka semua dan apa yang
dilakukan mereka sekarang? Adakah yang masih berteman dengan baik? Saya jamin
tidak akan banyak. Beberapa wajah di ingatan saya juga saya lupakan namanya.
Artinya yang tersisa di banyak ingatan ’mantan’ teman-teman saya juga hanya
rupa. Oke, tulisannya amat sangat tidak penting bukan?
Lalu saya mencoba mengingat ke
zaman yang lebih dulu, waktu saya mengikuti Jambore Nasional 2006 di
Jatinangor. Apa yang saya ingat? Tidak terlalu banyak. Sejak hari pertama
datang ke bumi perkemahan, berkenalan dengan orang-orang yang lebih ‘liar’.
Bagaimana saya ingat seorang anak cantik dari Manado, yang saya lupa namanya.
Tapi saya masih ingat mengobrol dengannya, bahwa dia datang ke Jatinangor
dengan menggunakan pesawat Hercules. Katanya tidak enak, berisik dan bikin
mual. Saya ingat, karena ia cantik. Lalu saya merasa marah karena mendengar
omongan para pemuda yang sedang membicarakan keseksian teman Manado saya itu.
Pada hari berikutnya saya berpapasan dengannya dalam suatu jalan (berpapasan
dengan orang yang dikenal saat jamnas itu sedikit kemungkinannya karena ribuan
peserta pasti lalu lalang). “selamat sore..” (sapaku duluan) “oh.. soree..”
dari ekspresi menjawabnya, tampaknya ia telah lupa siapa saya. Bertahun-tahun
kemudian saya masih mengingatnya, masihkah ia? Dimana ia sekarang? Bagaimana
saya bisa ‘kepo’ di facebooknya, namanya saja tidak saya ingat.
Dan pernahkah kamu mencoba
mengingat hal pertama kali yang kamu ingat sejak kamu dilahirkan? Saya mungkin
mengingat entah itu usia berapa. Saya mencoba meraih gambar tiga lingkaran di
sudut atas tv di rumah, dan tangan saya tidak bisa mencapainya, pun meski telah
dengan berjinjit. Atau ketika ingatan saya bercampur, saya pernah mengingat sebuah
momen dimana saya sedang duduk diapit kedua orang tua saya. Kami sedang duduk
di semacam kursi mobil yang berjalan di jalanan yang kanan kirinya rumah
tingkat (saya selalu berkeyakinan rumah-rumah tersebut berada di dalam kota
tempat tinggal saya). Entah kenapa di setiap beranda lantai 2 rumah tersebut
terdapat boneka-boneka bergerak-gerak, tangannya melambai lambai ke arah kami. Orang
tua saya dengan bahagianya menunjuk-nunjuk ke arah boneka-boneka tersebut,
menyuruh saya turut bahagia melihat ke arah mereka. Saya yakin itu bukan mimpi
karena memang pernah mengalaminya. Namun semakin bertambah usia saya semakin bingung
mana ada boneka bergerak melambai-lambai di rumah-rumah yang berderet? Mungkin pernah
ada karnaval atau semacamnya? Lalu sekitar usia SMP saya baru bisa menyimpulkan
sendiri bahwa ingatan saya tentang boneka itu adalah peristiwa ketika saya
liburan ke Istana boneka di dunia fantasi Jakarta. LOL.
Baiklah, sekian cerita tidak
penting dari saya di penghujung KKN ini. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayo sini dikomen dikomeen :)